Berita

STIEM Cilacap Gagas “Kampus Berdampak”: 20 Hari Non-Stop Berbagi di 20 Masjid

PWMJATENG.COM, CILACAP – Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Muhammadiyah Cilacap secara resmi meluncurkan program Amaliyah Ramadhan 1447 H. Mengusung konsep “Kampus Berdampak”, para mahasiswa yang didampingi dosen menggelar aksi berbagi ta’jil dan santunan selama 20 hari berturut-turut di 20 masjid berbeda, mulai Senin (23/02) hingga Sabtu (14/03).

Kegiatan ini dipusatkan di wilayah Kelurahan Mertasinga, Kecamatan Cilacap Utara, dan Desa Menganti, Kecamatan Kesugihan.

Menumbuhkan Rasa Memiliki (Handarbeni) Ketua STIE Muhammadiyah Cilacap, Warsono, menjelaskan bahwa kebijakan ini merupakan langkah nyata agar keberadaan kampus dirasakan langsung oleh lingkungan sekitar. “Arah kebijakan nasional adalah kampus berdampak. Kita harus peduli pada lingkungan agar masyarakat merasa memiliki (handarbeni) terhadap institusi kita,” tegasnya, Senin (23/2).

Selain dampak eksternal, Warsono menekankan pentingnya pembentukan karakter mahasiswa. Melalui interaksi langsung dengan masyarakat, civitas akademika dilatih untuk memiliki kepribadian yang religius dan humanis.

Ketua Panitia Amaliyah Ramadhan 1447 H, Aditya Rifki Saputra, menyebutkan bahwa setiap harinya disiapkan 150 paket ta’jil serta santunan bagi anak yatim, piatu, dan dhuafa. Kegiatan perdana dimulai di Masjid Jami Al-Fiftah, Jl. Landak Timur, Mertasinga.

“Tema kami adalah ‘Meraih Keberkahan Ramadhan Melalui Kepedulian dan Kebersamaan’. Untuk memastikan kelancaran, mahasiswa dibagi menjadi kelompok-kelompok kecil beranggotakan delapan orang yang bertugas menyalurkan amanah dari para sponsor,” jelas mahasiswa Prodi D3 Akuntansi tersebut.

Presiden BEM STIE Muhammadiyah Cilacap, Zakaria Tri Laksono, mengapresiasi tinggi partisipasi rekan-rekannya. Menurutnya, antusiasme mahasiswa menunjukkan bahwa mereka tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki empati sosial yang kuat.

“Harapannya, semangat berbagi ini tidak berhenti sebagai agenda seremonial, melainkan menjadi budaya kebaikan yang terus hidup dalam keseharian mahasiswa, bahkan setelah Ramadhan berakhir,” pungkas Zakaria.

Rangkaian kegiatan ini diharapkan menjadi momentum transformasi bagi STIE Muhammadiyah Cilacap untuk menjadi kampus yang lebih religius, berintegritas, dan selalu hadir sebagai solusi bagi problematika sosial di sekitarnya.

Kontributor: Wasis | Humas
Editor: Al-Afasy

Muhammadiyah Jawa Tengah

Muhammadiyah Jawa Tengah adalah gerakan Islam yang mempunyai maksud dan tujuan menegakkan dan menjunjung tinggi agama Islam sehingga terwujud masyarakat Islam Jawa Tengah yang sebenar-benarnya

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/https://merdekakreasi.co.id/buku/bandarqq/https://merdekakreasi.co.id/buku/dominoqq/https://merdekakreasi.co.id/tentang-kami/