Kolom

Kita Sibuk Scroll, Tapi Kehilangan Kontrol: Apa Kata Al-Qur’an?

Pada era yang serba digital seperti hari ini, hampir mustahil rasanya untuk benar-benar lepas dari handphone. Benda itulah yang kita cari saat bangun tidur maupun sebelum tidur. Bahkan tanpa sadar, hampir setiap kali akan melakukan sesuatu, yang pertama dicari adalah handphone.

Tanpa disadari pula, jari jemari kita terus bergerak menggulir layar, dari satu konten ke konten lainnya. Waktu berlalu begitu cepat, tetapi sering kali tanpa makna yang jelas. Iya, kita sibuk. Namun pertanyaannya, sibuk dengan apa? Penting atau tidak?

Fenomena ini bukan sekadar kebiasaan, tetapi telah masuk ke tahap kecanduan dunia maya. Konten dan reels di media sosial dirancang untuk membuat kita betah berada di dalamnya. Akibatnya, kita kehilangan banyak waktu dan perlahan kehilangan kendali atas diri sendiri. Ironisnya, di tengah keterhubungan yang begitu masif, banyak orang justru merasa kosong, seperti bertanya dalam hati, “Apa ya yang sebenarnya aku lakukan ini?” tanpa memiliki tujuan yang jelas.

Kecanduan dunia maya tidak hanya berdampak pada produktivitas, tetapi juga pada kondisi mental dan spiritual kita. Seseorang bisa menghabiskan banyak waktu di depan layar, tetapi tetap merasa gelisah. Informasi terus membanjiri, namun tidak semuanya memberi makna. Bahkan, hanya sebagian kecil saja yang benar-benar bernilai.

Dalam konteks ini, Al-Qur’an telah lama memperingatkan manusia tentang bahaya kelalaian (ghaflah). Kelalaian bukan hanya soal tidak tahu, tetapi tentang keadaan ketika seseorang larut dalam sesuatu hingga lupa akan tujuan hidupnya. Lebih parah lagi, lupa kepada arah hidup yang seharusnya dijalani.

Allah dalam kitab-Nya telah banyak mengingatkan bahwa manusia sering terjebak dalam kesibukan yang tidak bermanfaat. Dalam Surah Al-‘Ashr, waktu menjadi sumpah penting yang menegaskan bahwa manusia benar-benar berada dalam kerugian, kecuali mereka yang mengisi waktunya dengan iman, amal saleh, serta saling menasihati dalam kebenaran dan kesabaran.

Kalau dipikir-pikir, bukankah menggulir layar selama berjam-jam, bahkan tanpa henti, merupakan bentuk nyata dari waktu yang terbuang sia-sia?

Kemajuan teknologi memang membawa banyak kemudahan, termasuk dalam mengakses ilmu agama. Hanya dengan satu klik, tafsir Al-Qur’an bisa langsung muncul. Namun di sisi lain, hal ini juga memunculkan tantangan baru yang belum pernah dihadapi oleh generasi-generasi sebelumnya.

Era digital membuka peluang besar dalam penyebaran tafsir, tetapi juga berisiko menimbulkan distorsi pemahaman jika tidak disertai kedalaman ilmu. Dalam kajiannya, disebutkan bahwa masyarakat sering kali mengonsumsi potongan ayat tanpa konteks, sehingga makna yang dipahami menjadi parsial, bahkan keliru.

Nurrohim juga menegaskan bahwa kemudahan akses pada era digital sering kali melahirkan budaya serba instan, termasuk dalam memahami agama. Seseorang merasa cukup hanya dengan penjelasan singkat, tanpa kajian yang mendalam dan komprehensif

Jadi, masalahnya bukan hanya soal kecanduan, tetapi juga kecenderungan memahami sesuatu secara dangkal. Lemahnya kontrol diri membuat kita mudah terbawa arus, baik dalam konsumsi konten, hiburan, maupun dalam memahami agama itu sendiri.

Al-Qur’an memang tidak menyebut media sosial ataupun dunia maya secara langsung. Namun, nilai-nilai yang dibawanya sangat relevan untuk menjawab fenomena ini.

Pertama, Al-Qur’an mengajarkan kesadaran akan waktu. Waktu adalah amanah yang akan dimintai pertanggungjawaban. Setiap jam, setiap menit, dan setiap detik yang kita habiskan, termasuk untuk scrolling, memiliki konsekuensi.

Kedua, Al-Qur’an mengajarkan larangan berlebih-lebihan. Dalam banyak ayat, Islam menekankan pentingnya keseimbangan. Sesuatu yang pada dasarnya mubah bisa menjadi buruk ketika dilakukan secara berlebihan.

Ketiga, Al-Qur’an menekankan pentingnya dzikir dan kesadaran. Hati yang selalu dekat dengan dzikrullah tidak akan mudah terjerumus ke dalam kelalaian.

Keempat, Al-Qur’an menegaskan tujuan hidup yang jelas. Manusia diciptakan bukan sekadar untuk hidup dan menikmati dunia, tetapi untuk beribadah serta memberi makna bagi kehidupan.

Lantas, bagaimana agar kita bisa keluar dari kelalaian ini?

Caranya bukan dengan meninggalkan teknologi sepenuhnya, melainkan dengan berusaha semaksimal mungkin untuk mengembalikan kontrol atas diri sendiri. Kita bisa memulai dari hal-hal sederhana, seperti membatasi penggunaan media sosial, mengisi waktu dengan kegiatan yang lebih bermakna, serta kembali mendekatkan diri kepada Al-Qur’an, bukan hanya dengan membacanya, tetapi juga memahaminya.

Tantangan utama umat Islam hari ini sebenarnya bukan kurangnya akses terhadap Al-Qur’an, melainkan bagaimana menghadirkan pemahaman yang utuh di tengah banjir informasi era digital.

Hari ini kita hidup di dunia yang serba cepat dan serba digital. Bahkan dari dalam kamar, hanya lewat genggaman tangan, kita bisa mengetahui beragam informasi dari tingkat lokal, nasional, hingga mancanegara.

Namun pertanyaannya tetap sama: apakah kita benar-benar menguasai gadget, atau justru kita yang dikuasai oleh gadget?

Al-Qur’an sudah memberi petunjuk. Tinggal bagaimana kita memilih: tetap larut dalam kelalaian, atau membuka telinga lebar-lebar untuk mendengarnya.

Mu’adz

Muhammadiyah Jawa Tengah

Muhammadiyah Jawa Tengah adalah gerakan Islam yang mempunyai maksud dan tujuan menegakkan dan menjunjung tinggi agama Islam sehingga terwujud masyarakat Islam Jawa Tengah yang sebenar-benarnya

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://middlepassage.dei.uc.pt/https://privacycolab.dei.uc.pt/https://cmd.dei.uc.pt/https://henrique.dei.uc.pt/
https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/https://merdekakreasi.co.id/buku/bandarqq/https://merdekakreasi.co.id/buku/dominoqq/https://merdekakreasi.co.id/tentang-kami/
https://simseam.ft.uns.ac.id/https://sipil.ft.uns.ac.id/slot gacorhttps://aku.ac.id/https://jpl.staiku.ac.id/https://jist.publikasiindonesia.id/slot gacorhttps://akperstg.ac.id/https://fisip.uisu.ac.id/https://lppm.isi-ska.ac.id/
https://hormon-osteoporosezentrum.de/judi bolahttps://saopaulodeolivenca.am.gov.br/slot gacorzonawin777zonawin777Pkv games