Pelatihan Relawan Muhammadiyah Pedan Perkuat Aksi Kemanusiaan

PWMJATENG.COM, Klaten — MPK SDI PCM Pedan menggelar pelatihan dan pembentukan relawan Muhammadiyah yang melibatkan PRM, PRA, dan Ortom se-Kecamatan Pedan, Ahad (19/4), di Aula PKU Muhammadiyah Pedan. Kegiatan ini bertujuan memperkuat aksi kemanusiaan dan kesiapsiagaan di tingkat akar rumput.
Ketua MPK SDI PCM Pedan, Fathurahman, S.T., dalam sambutannya menegaskan bahwa Muhammadiyah memiliki karakter khas dalam mengabdi kepada masyarakat, terutama saat menghadapi persoalan sosial dan kebencanaan.
“Muhammadiyah itu gerakannya senyap, tanpa banyak bicara tapi aksi nyata,” tegas Fathurahman di hadapan peserta.
Pesan serupa disampaikan perwakilan PCM Pedan, Rochmadi. Ia menekankan bahwa menjadi relawan Muhammadiyah membutuhkan ketangguhan mental dan spiritual, selain keikhlasan dalam menjalankan pengabdian.
“Kita dalam persyarikatan ini harus ikhlas, apalagi menjadi relawan Muhammadiyah juga harus tangguh,” ujarnya.
Sebagai bekal teknis, Ketua Lembaga Resiliensi Bencana PDM Klaten, Sumino, S.Sos., M.Si., menyampaikan materi tentang manajemen penanggulangan bencana sesuai regulasi nasional. Ia menekankan pentingnya membangun resiliensi atau ketangguhan masyarakat melalui peran aktif relawan di tingkat ranting, baik PRM maupun PRA.
Dalam pelatihan ini, peserta dibekali pemahaman mengenai siklus bencana, mulai dari mitigasi, tanggap darurat, hingga rehabilitasi. Bekal tersebut diharapkan membuat relawan mampu memberikan respons cepat, tepat, dan terukur di desa masing-masing.
Kegiatan berlangsung khidmat dan dipandu oleh Wisnu Broto, S.Pd. Acara diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Ustadz Muhammad Farhan Al Yuflih, dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Muhammadiyah yang dipimpin dirigen Sri Sayekti, S.Pd.
Melalui pelatihan ini, Muhammadiyah Pedan berharap lahir relawan yang ikhlas, tangguh, dan siap hadir di tengah masyarakat. Kehadiran relawan di tingkat lokal diharapkan menjadi penguat gerakan kemanusiaan Muhammadiyah secara nyata dan berkelanjutan.
Editor: Al-Afasy



