PDM Cilacap Dukung Sekolah Tabligh Muhammadiyah, PWM Jateng Targetkan 12.000 KMM Aktif 2027

PWMJATENG.COM, CILACAP – Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Cilacap menyambut baik program prioritas Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah berupa Sekolah Tabligh Muhammadiyah.
Dukungan tersebut disampaikan dalam kegiatan silaturahim dan pembinaan PWM Jawa Tengah di Aula Soedirman Gedung PDM Cilacap, Ahad (26 April 2026).
Program ini menjadi bagian dari upaya penguatan Korps Mubaligh Muhammadiyah (KMM). PWM Jawa Tengah menargetkan 12.000 anggota KMM aktif pada 2027.
Sekolah Tabligh Muhammadiyah Cetak Dai Kompeten
Wakil Ketua PWM Jawa Tengah, Ibnu Hasan, menyampaikan bahwa KMM perlu mengikuti Sekolah Tabligh Muhammadiyah sebagai bagian dari pengaderan intensif. Program ini dilaksanakan oleh Majelis Tabligh PWM Jawa Tengah.
Menurutnya, Sekolah Tabligh Muhammadiyah bertujuan mencetak dai dan mubaligh Muhammadiyah yang kompeten, berakhlak, dan mampu menjawab tantangan zaman.
“Peningkatan kompetensi dan penumbuhan anggota baru KMM,” katanya.
Ia menjelaskan, kurikulum Sekolah Tabligh memadukan studi Islam, manhaj, tarjih, serta keterampilan dakwah digital melalui media sosial.
“Tujuannya menyebarkan dakwah yang mencerahkan serta memberdayakan masyarakat,” ujarnya.
PDM Cilacap Dorong Rekrutmen Peserta
Ketua Majelis Tabligh PDM Cilacap, Muhajir, menanggapi program prioritas PWM Jawa Tengah tersebut. Ia menyebut target 12.000 KMM aktif pada 2027 membutuhkan dukungan dari daerah, termasuk Cilacap.
Menurutnya, Sekolah Tabligh angkatan ketiga diproyeksikan berlangsung di Banyumas. Meski demikian, PDM Cilacap tetap berupaya merekrut calon peserta dari daerahnya.
“Harapannya, Cilacap bisa merekrut calon peserta Sekolah Tabligh untuk menciptakan calon-calon mubaligh. Informasi dari Sekretaris PDM Cilacap, baru lima orang yang mendaftar, padahal kuotanya 40,” paparnya.
Sekretaris PDM Cilacap, Khaerul Anwar, menjelaskan bahwa Cilacap berpeluang membuka kelas sendiri apabila jumlah peserta mencapai 25 orang.
“Pembelajaran sebagian besar dilakukan secara daring. Untuk tatap muka, pembelajaran dilaksanakan sebulan sekali,” jelasnya.
Sekolah Muhammadiyah Didorong Kirim Guru PAI
Khaerul Anwar menambahkan, PDM Cilacap mengambil langkah dengan menginstruksikan Majelis Dikdasmen agar mendorong sekolah Muhammadiyah mengirimkan guru Pendidikan Agama Islam (PAI) mengikuti Sekolah Tabligh.
Langkah ini diharapkan dapat memperkuat kaderisasi mubaligh di lingkungan amal usaha Muhammadiyah, khususnya sekolah.
“Kita tunggu sampai akhir April atau awal Mei 2026. Mohon dukungan dari AUM sekolah,” harapnya.
Dakwah Jadi Jalan Kader Persyarikatan
Wakil Ketua PWM Jawa Tengah, Ibnu Naser Arrohimi, menyampaikan bahwa Kabupaten Cilacap memiliki wilayah yang luas dan jumlah penduduk yang besar. Kondisi ini menjadi tantangan sekaligus peluang dakwah bagi Muhammadiyah.
“Menjadi kader persyarikatan Muhammadiyah itu dengan berdakwah,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua PDM Cilacap, Habib Ghozali, menyampaikan bahwa kegiatan silaturahim dan pembinaan PWM Jawa Tengah menjadi ajang silaturahim sekaligus evaluasi program.
Menurutnya, PWM Jawa Tengah menargetkan seluruh kegiatan dapat berjalan 100 persen pada akhir 2027. Karena itu, PDM Cilacap terus berkoordinasi dengan PWM agar target program dapat tercapai.
“Kami terus berkoordinasi dengan wilayah agar target yang tinggi ini betul-betul dapat dicapai,” tandasnya.
Dalam kegiatan tersebut, peserta juga mendapatkan pemaparan mengenai aplikasi SatuMu dari petugas PWM Jawa Tengah.
Kontributor: Wasis
Editor: Al-Afasy



