Muhammadiyah Jawa Tengah Perkuat Gerakan Berkemajuan Lewat Silaturahim di PDM Pekalongan

PWMJATENG.COM, PEKALONGAN – Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah menggelar silaturahim bersama Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Pekalongan di Gedung Rektorat Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan (UMPP), Ahad (26 April 2026).
Kegiatan tersebut diikuti jajaran PDM, Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM), Unsur Pembantu Pimpinan (UPP), serta organisasi otonom tingkat daerah. Forum ini menjadi momentum konsolidasi organisasi dan penyelarasan arah gerakan Muhammadiyah Jawa Tengah agar semakin berkemajuan, profesional, dan modern.
Muhammadiyah Jawa Tengah Perkuat Konsolidasi
Dalam kesempatan tersebut, Ketua PWM Jawa Tengah, Prof. Dr. Masrukhi, M.Pd., bersama Dr. H. Ahmad Hasan Asy’ari Ulama’i, M.Ag., menegaskan pentingnya pengembangan gerakan Persyarikatan Muhammadiyah dengan semangat berkemajuan.
Keduanya menyampaikan bahwa Muhammadiyah harus terus bergerak menjadi organisasi unggul. Hal itu dilakukan dengan mengedepankan profesionalitas, modernisasi, serta penguatan peran di tengah masyarakat.
PWM Jawa Tengah juga menekankan pentingnya mengawal hasil program prioritas Muktamar ke-48 Muhammadiyah. Program tersebut mencakup tiga pilar utama, yaitu jamaah, jam’iyah, dan jariyah.

Tiga Pilar Gerakan Muhammadiyah
Pada aspek jamaah, penguatan diarahkan pada pengembangan masjid, Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM), dan Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM). Penguatan ini dilakukan melalui kegiatan berbasis komunitas.
Pada aspek jam’iyah, Muhammadiyah didorong untuk memperkuat sumber daya manusia, sistem organisasi, keuangan, serta jejaring kerja yang solid.
Sementara itu, aspek jariyah diarahkan pada penguatan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM). Bidang yang menjadi perhatian meliputi pendidikan, kesehatan, sosial, dan ekonomi sebagai pilar pelayanan kepada masyarakat.
Dorong Muhammadiyah Maju, Profesional, dan Modern
Manajer PWM Jawa Tengah, Ikhwanushoffa, dalam pemaparannya menekankan pentingnya transformasi Muhammadiyah menuju organisasi yang Maju, Profesional, dan Modern atau MPM.
“Muhammadiyah harus bertransformasi menjadi organisasi yang maju, profesional, dan modern. Hal ini dapat diwujudkan melalui pengelolaan yang kompeten, inovatif, serta didukung sistem yang transparan dan akuntabel,” ujarnya.
Ia menjelaskan, konsep profesional menekankan pengelolaan organisasi berbasis kompetensi dan kinerja. Konsep maju diwujudkan melalui inovasi dan kemampuan beradaptasi dengan perkembangan zaman, termasuk digitalisasi layanan.
Adapun konsep modern menitikberatkan pada penggunaan sistem manajemen yang terstruktur dan berbasis teknologi.
Optimalkan SatuMu dan Platform MPM
Ikhwanushoffa menambahkan, implementasi konsep MPM perlu didukung pemanfaatan sistem informasi. Di antaranya melalui SatuMu dan platform MPM.
Pemanfaatan sistem tersebut diharapkan dapat meningkatkan efisiensi, transparansi, dan akuntabilitas organisasi. Dengan begitu, tata kelola Muhammadiyah di tingkat wilayah, daerah, cabang, hingga ranting dapat semakin tertata.
Menurutnya, visi MPM bertujuan menjadikan Muhammadiyah sebagai model rujukan organisasi Islam yang efektif, profesional, dan akuntabel. Harapannya, penguatan ini dapat memberi dampak nyata, baik di tingkat lokal maupun nasional.
Melalui silaturahim di PDM Pekalongan, PWM Jawa Tengah meneguhkan komitmen untuk terus memperkuat gerakan Muhammadiyah yang berkemajuan, modern, dan memberi manfaat luas bagi umat.
Editor: Al-Afasy



