Sejarah Berdirinya Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Bligorejo

Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Bligorejo lahir dari semangat dakwah yang tumbuh di tengah keterbatasan. Sejak tahun 1996, para tokoh Muhammadiyah di Desa Bligorejo mulai merintis gerakan ini dengan tekad kuat untuk menghadirkan pembinaan keislaman yang terarah dan berkelanjutan.
Meskipun jumlah warga Muhammadiyah saat itu masih minoritas, mereka tetap melangkah dengan penuh keyakinan.
Cikal Bakal Perintisan (1996)
Pada tahun 1996, sejumlah tokoh yang mayoritas berprofesi sebagai Guru Sekolah Dasar Negeri menggagas pembentukan ranting Muhammadiyah di Bligorejo. Mereka ingin membangun wadah dakwah yang lebih terorganisir.
Struktur kepemimpinan awal terbentuk sebagai berikut:
- Ketua: Bapak Karlani (Mantan Kepala Desa Bligorejo)
- Sekretaris: Bapak Mujinarso
- Bendahara: Bapak Mujiono
Pada masa perintisan ini, PRM Bligorejo belum memiliki Amal Usaha Muhammadiyah (AUM). Oleh karena itu, para pengurus menjalin sinergi dengan PRM Kutosari. Selain menjadi ranting besar di Kecamatan Doro, PRM Kutosari juga aktif membina ranting-ranting lain.
Salah satu kegiatan yang rutin diikuti adalah Pengajian Keluarga Sakinah. Melalui kegiatan tersebut, para anggota memperkuat pemahaman keislaman sekaligus mempererat ukhuwah.
Masa Vakum dan Titik Balik (Sekitar Tahun 2000)
Namun demikian, perjalanan organisasi tidak selalu berjalan mulus. Kesibukan para pengurus serta belum adanya pusat kegiatan membuat aktivitas PRM Bligorejo sempat terhenti.
Meski demikian, kondisi tersebut tidak berlangsung lama.
Sekitar tahun 2000, H. Rahmawan beserta keluarga datang ke Bligorejo dari Wonosari. Kehadirannya membawa energi baru bagi gerakan Muhammadiyah setempat. Ia kemudian berkoordinasi dengan Ketua PCM Doro saat itu, H. Syafruddin.
Melalui komunikasi dan konsolidasi yang intensif, para tokoh kembali menghidupkan PRM Bligorejo.
Formasi Kepemimpinan Baru dan Konsolidasi
Setelah kebangkitan tersebut, para kader segera membentuk struktur kepengurusan yang lebih solid dan inklusif. Mereka menggabungkan potensi warga asli dan pendatang agar organisasi semakin kuat.
Susunan kepengurusan yang baru meliputi:
- Ketua: H. Rahmawan
- Sekretaris: Nur Hasyim
- Bendahara: Cipto Suroso
Kolaborasi ini menjadi fondasi penting dalam menggerakkan kegiatan dakwah. Sejak saat itu, PRM Bligorejo kembali aktif dan konsisten menjalankan program pembinaan umat.
Program Rutin dan Kiprah Dakwah
Saat ini, PRM Bligorejo menjalankan berbagai kegiatan yang mempererat hubungan antarwarga. Pertama, mereka mengadakan pengajian keliling dari rumah ke rumah. Kegiatan ini tidak hanya menyampaikan materi keislaman, tetapi juga memperkuat silaturahmi.
Selain itu, setiap tahun PRM Bligorejo menyelenggarakan ibadah qurban. Melalui kegiatan tersebut, mereka menumbuhkan kepedulian sosial sekaligus memperluas syiar Islam di lingkungan desa.
Dengan langkah-langkah konkret ini, PRM Bligorejo menunjukkan komitmen yang berkelanjutan dalam berdakwah.
Mimpi Besar: Mewujudkan Mushola Muhammadiyah
Walaupun kegiatan rutin telah berjalan dengan baik, para kader masih memiliki cita-cita besar. Mereka ingin menghadirkan Amal Usaha Muhammadiyah berupa mushola sebagai pusat dakwah.
Menurut H. Rahmawan, mushola tersebut akan menjadi:
- Pusat pengajian dan pembinaan
- Tempat kaderisasi generasi muda
- Identitas fisik Muhammadiyah di Desa Bligorejo
Dengan adanya mushola, kegiatan dakwah akan semakin terarah dan berkesinambungan. Karena itu, seluruh kader terus berikhtiar untuk mewujudkan harapan tersebut.
Penutup
Sejarah PRM Bligorejo membuktikan bahwa organisasi dapat bertahan ketika para kader menjaga semangat dan kebersamaan. Dari perintisan sederhana pada tahun 1996, masa vakum, hingga kebangkitan kembali pada tahun 2000, perjalanan ini menunjukkan keteguhan dalam berdakwah.
Kini, PRM Bligorejo terus melangkah dengan optimisme. Dengan dukungan seluruh warga dan semangat ukhuwah, mimpi menghadirkan mushola Muhammadiyah di Desa Bligorejo bukan lagi sekadar harapan, melainkan tujuan yang sedang diperjuangkan bersama.
Sumber: Wawancara H. Rahmawan
Penulis: Sanyoto (MPINEWSDORO)
Editor: Al-Afasy



