Ngador di Umbul Siblarak: Gaya Dakwah Inovatif Mahasantri Shabran UMS Sambut Ramadan

KLATEN – Menjelang datangnya bulan suci Ramadan 1447 H, Mahasantri Pondok Hajjah Nuriyah (Shabran) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menghadirkan konsep dakwah yang berbeda. Melalui program Ngaji Outdoor (Ngador), sebanyak 48 jamaah Masjid Munajat diboyong ke objek wisata Umbul Siblarak, Klaten, Rabu (11/2/2026).
Ketua Takmir Masjid Munajat sekaligus Mahasantri Pondok Shabran, Muhammad Farhan, mengapresiasi antusiasme jamaah ibu-ibu yang tetap semangat menuntut ilmu meski usia tak lagi muda. “Hal ini memantik semangat kami sebagai pemuda. Ibu-ibu ini umurnya tua, tapi jiwanya tetap muda dalam ber-Islam,” ungkap Farhan.
Pembina Pondok Shabran, Sulchan Ainur Ramadhan, M.Ag., dalam tausiyah bertajuk “Ramadan Ojo Mung Ra-madhang”, menekankan bahwa ilmu adalah fondasi utama ibadah. Beliau membedah manfaat puasa secara komprehensif:
Sulchan juga mengingatkan bahwa musuh utama saat Ramadan bukanlah setan dari golongan jin yang dibelenggu, melainkan “setan golongan manusia” dan hawa nafsu diri sendiri. Sebagai solusi praktis di era digital, beliau memperkenalkan aplikasi MASA sebagai asisten ibadah yang mempermudah warga Muhammadiyah dalam menjalankan amalan sunnah.
Kegiatan ditutup dengan sesi berenang bersama dan ramah tamah. Inovasi ini membuktikan bahwa mahasantri UMS mampu membawakan dakwah yang modern, mencerahkan, namun tetap menyentuh hati masyarakat akar rumput.
Kontributor: Affiq | Humas
Editor: Al-Afasy



