Bukan Sekadar Mimbar: PDM Makassar Dorong Muballigh Jadi Arsitek Perubahan Sosial

PWMJATENG.COM, MAKASSAR – Tantangan dakwah di era modern menuntut peran aktif muballigh di luar masjid. Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Makassar, KH. Sudirman, mendorong para muballigh muda untuk bertransformasi menjadi agen perubahan nyata demi mewujudkan Makassar yang unggul dan berkelanjutan.
Hal tersebut ditegaskan Kiai Sudirman saat menjadi pembicara dalam Pembinaan Muballigh se-Kota Makassar Tahun 2026 di Islamic Centre IMMIM, Selasa (10/2/2026).
Kiai Sudirman yang juga Direktur MBS Makassar ini merujuk pada nilai perjuangan K.H. Ahmad Dahlan. Menurutnya, dakwah harus memiliki dampak vertikal (tauhid) dan horizontal (sosial).
“Muballigh harus hadir sebagai solusi: mengubah kemiskinan menjadi kecukupan, kejahilan menjadi keilmuan, dan kemunduran menjadi kemajuan peradaban. Ini bukan sekadar tugas di atas mimbar,” tegas Kiai yang juga aktif di jalur dakwah udara melalui radio tersebut.
Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham, yang menutup kegiatan tersebut mengamini pernyataan Kiai Sudirman. Ia menegaskan bahwa pembangunan manusia, akhlak, dan toleransi memerlukan peran muballigh sebagai mitra pemerintah.
“Pembangunan sejati bukan hanya soal infrastruktur fisik, tapi soal akhlak. Muballigh adalah mitra strategis kami untuk menyampaikan nilai-nilai kesadaran sosial kepada masyarakat,” ujar Aliyah.
Kegiatan yang diikuti perwakilan lintas ormas keagamaan ini turut dihadiri oleh jajaran Forkopimda Makassar, Kodim 1408/Makassar, DPP IMMIM, hingga Ketua Baznas Kota Makassar, menandai kuatnya dukungan kolektif bagi pembangunan karakter di Kota Daeng.
Editor: Al-Afasy



