DPD IMM Jateng Luncurkan SAPA Immawati, Ruang Aman Pelaporan Kekerasan Berbasis Gender
PWMJATENG.COM, SALATIGA – Bidang IMMawati DPD IMM Jawa Tengah resmi meluncurkan website SAPA Immawati. Sebagai informasi, platform digital ini meluncur pada Sabtu, 18 Juli 2026, di Hotel Laras Asri, Salatiga. Lebih lanjut, inovasi digital ini hadir bertepatan dengan agenda pembukaan Sekolah Gender, Politik, dan Demokrasi. Oleh karena itu, pengurus merancang situs ini sebagai wadah pelaporan kekerasan berbasis gender yang sangat aman.
Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah meresmikan peluncuran tersebut secara simbolis. Selain itu, jajaran perwakilan Wali Kota Salatiga dan Kesbangpol turut menghadiri agenda penting ini. Tentu saja, kehadiran berbagai pihak menunjukkan komitmen kuat secara bersama. Sebagai hasilnya, mereka ingin membangun ruang aman inklusif bagi para korban.
Fitur Rahasia dan Edukasi SAPA Immawati
SAPA Immawati hadir sebagai inovasi digital untuk memperkuat perlindungan perempuan. Berkat inisiatif ini, kader IMMawati di Jawa Tengah kini memiliki media pendampingan yang andal. Selanjutnya, platform ini menyediakan layanan pelaporan kekerasan berbasis gender secara sangat rahasia. Dengan demikian, tim menjamin keamanan dan keberpihakan penuh kepada para korban.
Tak hanya menyediakan fasilitas aduan, website ini juga memuat berbagai materi edukasi. Contohnya, pengunjung bisa membaca ragam informasi penting mengenai mekanisme pendampingan korban. Pada dasarnya, langkah nyata ini memadukan kemajuan teknologi digital dengan gerakan advokasi perempuan. Akibatnya, kehadiran platform digital ini tentu memperluas akses informasi masyarakat luas.
Pengurus DPD IMM Jawa Tengah berharap korban atau penyintas semakin berani melapor. Sejalan dengan hal tersebut, budaya saling menjaga juga akan tumbuh semakin kuat di tengah masyarakat. Pada akhirnya, upaya pencegahan kasus kekerasan seksual pun menjadi lebih terarah pada masa depan.
Dukungan Paralegal dan Satgas PPKS
Ketua Bidang IMMawati, Khosyiatika, menjelaskan latar belakang utama inovasi digital ini. Secara khusus, ia menyebut platform tersebut sebagai tindak lanjut langsung dari pedoman SOP PPKS. Sebelumnya, organisasi memang telah menyusun pedoman pencegahan kekerasan tersebut secara matang. Kini, kader IMM Jawa Tengah memiliki wadah pelaporan kekerasan berbasis gender yang sungguh nyata.
Sementara itu, Hani Puji Hastuti selaku perwakilan pengurus menambahkan informasi pendukung lainnya. Faktanya, ia menegaskan bahwa tim Bidang IMMawati telah mengikuti pelatihan paralegal secara intensif. Oleh sebab itu, bekal ilmu tersebut membuat proses pendampingan kasus kekerasan seksual menjadi jauh lebih profesional. Akhirnya, tim bisa menangani setiap aduan secara sah dan legal.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Umum DPD IMM Jawa Tengah, Nia Nur Pratiwi, turut menyampaikan harapannya. Secara spesifik, ia ingin SAPA Immawati berfungsi lebih dari sekadar pusat penerimaan laporan aduan. Lebih jauh lagi, situs web ini harus menjadi pusat edukasi dan penguatan kesadaran bersama. Sebab, semua elemen organisasi wajib menciptakan lingkungan bebas dari segala bentuk kekerasan.
Melalui peluncuran ruang aman ini, DPD IMM Jawa Tengah membuktikan komitmen organisasinya. Oleh karena itu, mereka terus mengawal gerakan responsif terhadap berbagai isu perempuan saat ini. Sebagai penutup, pernyataan resmi IMM menegaskan bahwa SAPA Immawati merupakan wujud nyata komitmen bersama. Dengan demikian, jejaring perlindungan pelaporan kekerasan berbasis gender kini semakin kuat demi keadilan perempuan.
Kontributor: DPD IMM Jateng
Editor: Al-Afasy



