Tingkatkan Panen Kopi Boyolali, Mahasiswa UMS Kembangkan Alat IoT Pertanian
PWMJATENG.COM, SURAKARTA – Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) terus mendorong kemajuan sektor agrikultur lokal. Tim PPK Ormawa HMP PTI FKIP UMS baru saja menggelar pelatihan alat IoT pertanian. Kegiatan pemberdayaan ini menjadi program kerja utama mereka pada tahun 2026. Mereka turut menggandeng PT Nocola sebagai mitra eksternal. Mitra industri ini menyediakan komponen perangkat sekaligus mendampingi proses pengembangan teknis.
Pelatihan tersebut memperkenalkan langsung inovasi alat IoT pertanian hasil rakitan mahasiswa. Inovasi teknologi ini menjadi andalan kampus dalam program pengabdian masyarakat. Tim merancang perangkat pintar tersebut khusus bagi petani kopi Desa Seboto, Boyolali. Kehadiran teknologi digital ini membantu para petani memantau kondisi lahan secara mudah, akurat, dan efisien.
Anggota tim mahasiswa UMS, Rifqi Rengga Praseno, memberikan penjelasan detail terkait cara kerjanya. Ia menyebut alat IoT pertanian itu mampu melacak berbagai parameter penting lahan secara otomatis. Sensor perangkat akan membaca kondisi tanah, tingkat kelembapan, dan nilai pH tanah secara akurat.
Sistem kemudian menampilkan seluruh rekaman data secara real-time melalui website. Situs ini berfungsi sebagai sistem informasi pertanian terpadu bagi warga. Selain menyajikan info kondisi tanaman, sistem informasi pertanian ini memiliki fitur kontrol penyiraman.
“Petani bisa merawat tanaman lebih efektif berdasarkan data lapangan tersebut,” jelas Rifqi, Sabtu (1/8/2026).
Pantau Lahan Lewat Genggaman
Sebelumnya, sesi pelatihan teknis ini menghadirkan Direktur PT Nocola, Ganang Ardiy Tama, pada Senin (24/7/2026). Ganang mengupas tuntas konsep dasar Internet of Things kepada warga. Ia juga merinci fungsi sekaligus manfaat perakitan alat IoT pertanian tersebut.
Narasumber turut mendemonstrasikan mekanisme kerja perangkat bersama website pemantaunya. Peserta pelatihan langsung menyimulasikan penggunaan perangkat canggih itu di lokasi. Mereka akhirnya memahami cara mengoperasikan sistem sekaligus membaca data lapangan.
Tim PPK Ormawa HMP PTI UMS juga menggelar evaluasi efektivitas pelatihan. Mahasiswa mengadakan pre-test dan post-test bagi seluruh peserta. Evaluasi ini mengukur tingkat pemahaman warga terkait inovasi teknologi pintar tersebut.
Hasilnya, peserta menunjukkan peningkatan pemahaman teknis yang sangat signifikan. Warga Desa Seboto tampak sangat antusias mengikuti seluruh rangkaian acara. Petani kopi Boyolali ini gembira mengetahui kemudahan pemantauan lahan secara praktis.
Menurut Rifqi, keberhasilan pelatihan ini membuktikan perkembangan positif program mereka. Kehadiran alat IoT pertanian ini bukan sekadar luaran program akademis belaka. Mahasiswa benar-benar menghadirkan solusi teknologi konkret bagi kemajuan desa.
Rifqi berharap inovasi tersebut mampu meningkatkan efektivitas pengelolaan lahan warga. “Petani pasti bisa mendongkrak produktivitas panen mereka ke depan,” pungkasnya.
Kolaborasi apik antara perguruan tinggi, mitra industri, dan masyarakat ini terus berlanjut. Tim kampus berkomitmen memberikan manfaat berkelanjutan bagi sektor agrikultur. Pelatihan alat IoT pertanian ini sukses menciptakan dampak positif nyata. Transformasi sektor perkebunan menuju ekosistem yang adaptif dan inovatif kini mulai terwujud.
Kontributor: Maysali
Editor: Al-Afasy



