Asah Jiwa Wirausaha Sejak Dini, Ratusan Santri Belajar Bisnis Kuliner di Pesantren Muhammadiyah Boyolali

PWMJATENG.COM, BOYOLALI – Ratusan santri baru Pondok Pesantren (Ponpes) Muhammadiyah Manafi’ul Ulum Sambi punya cara unik untuk menyudahi masa orientasi mereka. Bukannya duduk diam di dalam kelas, para santri justru sibuk mengolah adonan kuliner. Oleh karena itu, suasana Aula Kantor Pusat pada Sabtu (18/7/2026) mendadak berubah riuh dan penuh antusiasme.
Acara seru ini menjadi penanda pamungkas dari seluruh rangkaian Pekan Taaruf Santri (PETAMU). Selain itu, pihak pesantren juga sengaja menggandeng siswa SMA Muhammadiyah Manafi’ul Ulum untuk saling berkolaborasi. Langkah nyata ini menjadi momentum awal agar santri belajar bisnis dan mengenal dunia wirausaha sejak dini.
Mengasah Jiwa Wirausaha Santri Lewat Kuliner
Untuk mendukung acara ini, pesantren menghadirkan pakar kuliner ternama, Mrs. Sila Ahmad Yasin. Instruktur berpengalaman tersebut mengajari para peserta teknik membuat pizza yang higienis, menarik, dan lezat. Selanjutnya, aroma panggangan yang menggugah selera langsung memenuhi seisi ruangan sewaktu para santri mulai mempraktikkan teori secara langsung.
Kepala SMP Muhammadiyah Manafi’ul Ulum, Ustadz Ahmad Yasin, menegaskan pentingnya kolaborasi antar-siswa tersebut. Sebab, melalui unjuk karya ini, para santri baru tidak sekadar meniru resep masakan. Namun, mereka juga belajar berdiskusi, membagi tugas kelompok, dan mengelola waktu secara disiplin.
“Kami ingin melatih mereka berpikir kreatif dan memiliki jiwa wirausaha santri yang kuat. Oleh sebab itu, keterampilan praktis seperti ini diharapkan menjadi bekal berharga untuk masa depan mereka,” ujar Ustadz Ahmad Yasin di sela-sela acara.
Pengalaman Belajar Seru di Pesantren Muhammadiyah Boyolali
Apresiasi tinggi juga datang dari Mudir Ponpes Muhammadiyah Manafi’ul Ulum Sambi, Ustadz Pujiono, S.Si., M.M. Pimpinan pesantren Muhammadiyah Boyolali ini mengaku sangat bangga melihat hasil karya anak didiknya. Menurutnya, orientasi santri zaman sekarang memang harus keluar dari pakem lama yang membosankan.
Oleh karena itu, pihak pengelola pondok berkomitmen untuk selalu menghadirkan pengalaman belajar yang menyenangkan sekaligus bermakna. Kegiatan berbasis projek ini sekaligus membuktikan bahwa anak-anak pesantren mampu menjawab tantangan zaman. Bahkan, mereka terbukti bisa tetap kreatif dan mandiri tanpa sedikit pun kehilangan nilai-nilai Islam.
Akhirnya, sesi presentasi produk dan mencicipi makanan bersama menjadi penutup acara yang paling dinanti. Gelak tawa para santri pun pecah saat mereka saling menilai rasa pizza buatan kelompok lain. Momen manis ini resmi menandai langkah awal perjalanan panjang mereka untuk santri belajar bisnis sebagai keluarga besar Ponpes Manafi’ul Ulum.
Kontributor: Pujiono
Editor: Al-Afasy



