Berlandaskan Tarjih, PDM Jepara Gelar Pelatihan Pemulasaraan Jenazah Sesuai Syariat
PWMJATENG.COM, JEPARA — Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Jepara menggelar pelatihan pemulasaraan jenazah berlandaskan Al-Qur’an, As-Sunnah, dan tuntunan Tarjih. Acara ini berlangsung di Pendopo Kabupaten Jepara pada Ahad (13/9/2026). Kegiatan tersebut terwujud melalui kolaborasi Majelis Pembinaan Kesejahteraan Sosial (MPKS) PDM dan ‘Aisyiyah (PDA) Jepara.
Selain itu, langkah ini menyasar penguatan layanan sosial-keagamaan bagi masyarakat luas. Hasilnya, sebanyak 87 peserta perwakilan Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) dan ‘Aisyiyah (PCA) se-Kabupaten Jepara mengikuti kegiatan ini hingga selesai.
Mencetak Relawan Terlatih dan Sigap
Koordinator Majelis Kesejahteraan Sosial PDA Jepara, Hj. Khumaidah, M.Kes., menggarisbawahi pentingnya kesiapan tim di lapangan. Oleh karena itu, keberadaan relawan terlatih membuat pelayanan pemulasaraan jenazah berlangsung lebih cepat dan menenangkan keluarga duka.
Sejalan dengan arahan tersebut, Wakil Ketua PDM Jepara H. Sadali, S.Ag., terus mendorong penguatan peran kader. Sehingga, Muhammadiyah berkomitmen mencetak tenaga yang siap memberi manfaat nyata dalam kehidupan bermasyarakat.
Sementara itu, dua narasumber ahli, H. Haris Zulmi, S.Pd., M.Pd.I. dan H. Sukahar, Lc., M.Pd.I., membimbing langsung seluruh tahapan praktik. Selanjutnya, sesi pelatihan tersebut berjalan interaktif di bawah panduan moderator H. Noor Syafik Susilahadi, S.Ag.
Penguatan Syariat dan Spirit Ta’awun
Dalam kesempatan ini, seluruh peserta mendalami materi teknis yang berpegang teguh pada tuntunan Tarjih Muhammadiyah. Pembekalan intensif ini memastikan seluruh relawan paham urutan perawatan jenazah secara tepat dan benar.
Di sisi lain, pelatihan pemulasaraan jenazah ini sekaligus memupuk semangat ta’awun dan kepedulian antarwarga. Kemudian, usai pelatihan tersebut, para relawan siap terjun langsung saat masyarakat membutuhkan bantuan.
Pada akhirnya, inisiatif ini mempertegas komitmen pelayanan sosial organisasi di tingkat daerah. Dengan demikian, keterampilan relawan dalam pemulasaraan jenazah akan menguatkan peran Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah dalam mendampingi warga.
Kontributor: Agung Riyanto
Editor: Akmal



