Mahasantri Shabran UMS Gagas Ramadan Island Fest 1447 H di Raja Ampat

PWMJATENG.COM, SURAKARTA – Mahasantri Pondok Shabran Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Ari Hardianto, S.Pd., menggagas Ramadan Island Fest 1447 H di Distrik Salawati Tengah, Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat Daya, untuk memperkuat pendidikan Al-Qur’an dan semangat religius generasi muda.
Ari yang juga Dai Lembaga Dakwah Komunitas Pimpinan Pusat Muhammadiyah (LDK PP Muhammadiyah) mengatakan, festival keagamaan tersebut menjadi kegiatan perdana yang digelar di wilayah kepulauan itu.
Kegiatan ini lahir dari keprihatinan terhadap tantangan pendidikan keagamaan di daerah kepulauan, khususnya di Papua Barat Daya. Kondisi geografis yang terpencil, keterbatasan sarana dan prasarana, serta minimnya pembinaan keagamaan yang terstruktur menjadi latar belakang penyelenggaraan acara tersebut.
Sebagai mahasantri Pondok Shabran UMS yang tengah menjalani masa pengabdian melalui program dakwah komunitas LDK PP Muhammadiyah, Ari menilai perlu ada ruang kreatif bagi anak-anak dan remaja untuk mengembangkan kemampuan keagamaan mereka.
“Kegiatan ini kami hadirkan sebagai wadah bagi santri TPA dan pelajar untuk mengekspresikan kemampuan mereka dalam bidang keagamaan, sekaligus menumbuhkan kecintaan terhadap Al-Qur’an sejak dini,” ujar Ari, Kamis, 12 Maret.
Perlombaan Keagamaan untuk Pelajar
Ramadan Island Fest 1447 H diikuti pelajar dari berbagai jenjang, mulai tingkat TK hingga SMP/MTs. Festival ini mengusung visi membangun pendidikan Al-Qur’an yang dinamis dan berkelanjutan di wilayah kepulauan.
Sejumlah perlombaan edukatif digelar dalam kegiatan tersebut, antara lain Tahfidz Juz 30, lomba adzan, dan cerdas cermat Islami. Seluruh rangkaian acara dipusatkan di Komplek Perguruan Muhammadiyah Salawati Tengah, termasuk Madrasah Aliyah Muhammadiyah Kalobo.
Melalui kegiatan ini, peserta tidak hanya diuji kemampuan membaca dan menghafal Al-Qur’an, tetapi juga didorong memahami serta mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.
Perkuat Ukhuwah dan Pembinaan Umat
Selain menjadi ajang kompetisi, festival ini juga menjadi sarana mempererat ukhuwah Islamiyah antara santri, guru, orang tua, dan masyarakat di wilayah kepulauan Raja Ampat. Kegiatan tersebut sekaligus memperkuat peran Muhammadiyah sebagai pusat pembinaan umat di daerah terpencil.
Dampak kegiatan ini juga dirasakan langsung oleh masyarakat. Para peserta menunjukkan peningkatan kepercayaan diri dalam membaca Al-Qur’an secara tartil serta menghafal doa-doa harian. Bagi lembaga pendidikan Islam, kegiatan ini menjadi ruang evaluasi terhadap metode pembelajaran Al-Qur’an yang selama ini diterapkan.
Sebagai puncak acara, Ramadan Island Fest 1447 H ditutup dengan tabligh akbar di Masjid Al-Muhajirin. Kegiatan ini menghadirkan Sekretaris Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Papua Barat Daya, Kamaluddin, S.S., M.M., sebagai penceramah.
Keberhasilan penyelenggaraan acara ini merupakan hasil kolaborasi antara Dai LDK PP Muhammadiyah, unsur Muhammadiyah, Aisyiyah, serta masyarakat setempat dalam membangun tradisi religius di wilayah kepulauan.
Ari berharap kegiatan ini dapat menjadi pemantik semangat bagi generasi muda di Salawati Tengah untuk semakin mencintai Al-Qur’an.
“Kami berharap Ramadan Island Fest ini menjadi awal dari gerakan pendidikan Al-Qur’an yang lebih kuat di Raja Ampat, sehingga lahir generasi Qurani yang beriman, berakhlak, dan berprestasi,” ujarnya.
Ke depan, kegiatan ini diharapkan dapat menjadi agenda tahunan yang memperkuat ekosistem pendidikan Islam sekaligus menumbuhkan tradisi positif dalam menyambut bulan suci Ramadan di wilayah kepulauan Raja Ampat.
Kontributor: Fika
Editor: Al-Afasy



