Adopsi Kurikulum Sains dan Islam, Nigeria Adopsi Model Pendidikan Muhammadiyah
PWMJATENG.COM, SEMARANG — Pemerintah Negara Bagian Yobe, Nigeria, resmi mengadopsi model pendidikan Muhammadiyah untuk lembaga persekolahan baru di wilayah mereka. Pihak pemerintah setempat mengambil langkah strategis ini demi memadukan ilmu pengetahuan Barat dan nilai-nilai keislaman secara seimbang.
Selain itu, Pemerintah Yobe telah menyiapkan lahan seluas 100 hektar guna membangun fasilitas pendidikan modern tersebut. Bahkan, delegasi Afrika ini meminta lima tenaga pendidik asal Indonesia untuk mengelola sekolah secara langsung.
Prof. Abba Idris Adam memimpin delegasi Nigeria saat menyampaikan komitmen tersebut di Semarang. Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Tengah bersama Rektor Unimus, Prof. Masrukhi, menyambut hangat kedatangan rombongan tersebut.
“Kami ingin lembaga ini tumbuh melebihi sekolah biasa dan mengadopsi karakter kuat model pendidikan Muhammadiyah,” tegas Prof. Abba Idris Adam di Semarang.
Penguatan Internasionalisasi Muhammadiyah
Selanjutnya, Prof. Abba menjelaskan bahwa kolaborasi ini bertujuan mencetak generasi muda yang menguasai sains sekaligus memegang teguh moralitas Islam. Oleh karena itu, pihaknya optimistis jaringan sekolah ini bakal melahirkan ilmuwan dan pemimpin berkelas dunia.
Rektor Unimus, Prof. Dr. H. Masrukhi, M.Pd., menyambut positif ajakan kerja sama tersebut. Secepatnya, pihak Unimus memfasilitasi delegasi Nigeria untuk bertemu Pimpinan Pusat Muhammadiyah di Yogyakarta guna membahas langkah operasional.
“Kerja sama ini makin memperkuat program internasionalisasi Muhammadiyah di tingkat global. Langkah ini juga membuka peluang pertukaran pelajar serta pengiriman pengajar Indonesia ke Afrika,” ungkap Prof. Masrukhi.
Dengan demikian, integrasi kurikulum sains dan Islam ini bakal mempererat hubungan diplomatik serta pendidikan antara Indonesia dan Nigeria.
Editor: Akmal



