Cegah Daging Menumpuk, Qurban Rendang Lazismu 2026 Jadi Alternatif Ibadah Inovatif

PWMJATENG.COM, BREBES – Tokoh Muhammadiyah, Ikhwanushoffa, mengajak masyarakat beralih ke Qurban Rendang Lazismu 2026. Langkah ini bertujuan mengatasi persoalan mubazirnya pembagian daging kurban yang sering menumpuk di rumah warga tanpa mesin pendingin.
Ikhwanushoffa menegaskan bahwa ibadah kurban seharusnya tidak sekadar menjadi ritual tahunan yang selesai setelah penyembelihan. Ia menyoroti fenomena distribusi daging kurban yang seringkali tidak efisien dan hanya menumpuk di wilayah tertentu.
“Ada kisah nyata di sebuah desa yang hanya dihuni kakek dan nenek tanpa fasilitas kulkas. Apa kakek-nenek itu harus memanaskan daging kurban 2 kilogram berhari-hari sampai habis? Ini masalah serius dalam distribusi,” ujar Ikhwanushoffa saat mengisi Kajian Jumat Kliwon di Bumiayu, Jumat (8/5/2026).
Solusi Distribusi Melalui Teknologi Pangan
Oleh karena itu, Qurban Rendang Lazismu 2026 hadir sebagai jawaban atas tantangan logistik tersebut. Inovasi ini mengubah daging kurban segar menjadi kemasan siap saji yang lebih higienis. Produk tersebut memiliki daya simpan hingga dua tahun.
Masyarakat di pelosok yang memiliki keterbatasan sarana pengawetan makanan sangat memerlukan inovasi ini. Selain itu, ekosistem ekonomi Muhammadiyah mengelola secara profesional produk murni ini untuk kepentingan umat.
“Ini inovatif, awet hingga dua tahun, mudah dibawa ke mana-mana, dan siap saji. Harusnya sebagai warga Muhammadiyah, kita ikut menyukseskan program ini serta mengajak tetangga dan saudara,” tegasnya di hadapan jamaah PCM Bumiayu.
Baca Juga: Ikhwanushoffa Tegaskan Zakat Lewat Lazismu Lebih Tertib dan Merata
Mengubah Pola Konsumsi Menjadi Kaum Muttaqin
Selanjutnya, Ikhwanushoffa mengajak jamaah untuk mulai beralih dari pola ibadah yang bersifat pribadi dan mewah menuju semangat berbagi yang terorganisir. Ia mengingatkan bahwa kaum muttaqin menunjukkan kemudahan dalam berzakat, berinfak, dan bersedekah secara tepat guna.
Menurutnya, kemasan rendang meningkatkan efektivitas ibadah kurban secara signifikan daripada penyembelihan tradisional di lokasi yang sudah kelebihan stok. Dengan demikian, manfaat kurban menjangkau wilayah bencana atau pelosok negeri secara lebih luas dan merata.
Kontributor : Rizky Maradona
Editor: Al-Afasy



