Prof Sofyan Anif: Pembelajaran Daring Tetap Harus Miliki Target Kompetensi

Prof Sofyan Anif
Prof Sofyan Anif

PWMJATENG.COM – Surakarta. Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Jateng telah di perpanjang hingga 8 Feb 2021. Perpanjangan PPKM ini mengakibatkan batalnya pembelajaran tatap muka (PTM) di kampus. Khususnya di wilayah Kota Surakarta dan sekitarnya yang rencananya akan dimulai awal tahun ini.

Imbasnya, sejumlah institusi pendidikan seperti Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) tidak bisa menjalankan perkuliahan di dalam ruang kelas selama pemberlakuan PPKM. Meskipun UMS sudah memiliki konsep pembelajaran tatap muka dengan melaksanakan protokol kesehatan sesuai dengan arahan Gugus Tugas Covid-19.

“Selama pandemi Covid-19 semua kegiatan pembelajaran menggunakan sistem daring (Online). Hal mengakibatkan semua kegiatan yang biasanya menggunakan ruang kelas yang nyaman serta interaksi sosial di lingkungan kampus pada saat ini sulit ditemui.” ungkap Rektor UMS, Prof. Dr. Sofyan Anif, M.Si, Selasa (26/1/2021).

BACA JUGA  Bagaikan Peneliti, Siswa SDM 1 Ketelan Serbu Museum Radyapustaka Surakarta

Sofyan Anif menambahkan, proses belajar mengajar di masa pandemi Covid-19 saat ini harus mempertimbangakan konsep pendidikan yang menarik agar tidak menimbulkan kebosanan di kalangan anak didik.

Pendidikan tidak hanya transfer Knowledge

Guru Besar di bidang Manajemen Pendidikan ini mengungkapkan, pembelajaran di masa pandemi Covid-19 tetap harus memiliki target kompetensi anak didik. “Pendidikan tidak hanya transfer of knowledge saja tetapi juga bisa transfer nilai-nilai agama. Bisa dalam bentuk etika, sopan santun, dan ketika proses transformasi nilai tersebut ada aspek keteladanan. Kompetensi anak didik harus tetap diperhatikan,” kata Sofyan Anif.

Selain itu Sofyan Anif juga menyinggung bahwa konsep pendidikan yang baik itu adanya interaksi secara lansung atau yang dikenal sebagai PTM.

BACA JUGA  Cara Pandang Terbaik Bagi Warga Muhammadiyah Dalam Sikapi Vaksin Dimasa Pandemi

“Konsep pendidikan itu adalah proses transformasi nilai. Pembelajaran yang baik itu harus luring atau tatap muka, karena para pendidik ini harus memberikan contoh yang baik kepada para muridnya, seperti tampilan, karakter, kedisiplinan, kejujuran, etos kerjasamanya, itu semua membutuhkan proses tatap muka secara langsung,” imbuhnya.

Sofyan Anif juga berharap adanya keseimbangan pada proses pembelajaran di masa pandemi. Walaupun pembelajan masih menggunakan sistem daring akan tetapi capaian kompetensi harus bisa tercapai. Meskipun banyak kekurangannya, pada akhirnya akan dilakukan evaluasi.

“Para pakar pendidikan itu harus mempertimbangkan konsep ini menjadi sebuah sumber nilai, ketika kita melakukan orientasi pengembangan pembelajaran, di saat pandemi seperti ini. Pembelajaran tidak harus dilakukan secara daring, akan tetapi disaat luring (luar jaringan) kita juga jangan sampai ketinggalan teknologi. Keduanya harus seimbang,” pungkasnya. (Asef/Humas)

BACA JUGA  Siswa Solo Juara Kompetisi Indihome
Total
4
Shares
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Posts