Hasil Pemeriksaan Gula Darah Peserta Prolanis Jepara Masih “Rapor Merah”, Dokter Wanti-wanti Bahaya Ini!

PWMJATENG.COM, JEPARA – Tim medis Klinik Yasmin Medika Jepara mencatat hasil evaluasi kesehatan peserta Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis). Sejumlah peserta ternyata masih mengantongi “rapor merah” dalam pemeriksaan gula darah berkala.
Temuan tersebut terungkap saat Yasmin Medika menggelar edukasi kesehatan dan skrining komprehensif. Kegiatan ini berlangsung atas kerja sama dengan Laboratorium Klinik Prodia Jepara pada Sabtu, 1 Agustus 2026.
Penanggung jawab edukasi kesehatan Yasmin Medika, dr. Diny Noor Khayati, menyampaikan keprihatinannya. Dokter Diny menyebut kadar gula darah puasa maupun dua jam setelah makan pada sebagian peserta belum mencapai target aman.
Oleh karena itu, peserta Prolanis wajib meningkatkan kepatuhan terapi obat. Peserta juga harus mengevaluasi pola hidup harian secara lebih ketat.
Bahaya Tersembunyi di Balik Rapor Merah Kadar Gula Darah
Dokter Diny menjelaskan bahwa batas pemeriksaan gula darah puasa yang normal berada di bawah 100 mg/dL.
Sementara itu, angka 100–125 mg/dL menunjukkan kondisi prediabetes. Nilai di atas 126 mg/dL menandakan seseorang sudah mengidap penyakit diabetes melitus.
Selain itu, parameter kadar gula darah dua jam setelah makan idealnya berada di bawah 140 mg/dL. Sebaliknya, angka di atas 200 mg/dL mengindikasikan lonjakan gula darah yang sangat berbahaya.
“Pengendalian penyakit tidak cukup hanya mengandalkan obat medis, tetapi butuh disiplin menjaga pola makan dan rutin berolahraga,” ujar dr. Diny.
Ia pun mengimbau masyarakat agar tidak menunggu munculnya komplikasi berat baru mulai mempedulikan kesehatan tubuh.
Sebagai langkah evaluasi jangka panjang, tim medis menjalankan pemeriksaan HbA1c. Pemeriksaan ini mengukur rata-rata kadar gula darah selama tiga bulan terakhir.
Melalui HbA1c, dokter dapat menilai efektivitas pengobatan secara objektif. Angka ideal untuk parameter ini berada di bawah 7 persen.
Kesaksian Penyintas Diabetes dan Jurus Mencegah Komplikasi
Ancaman lonjakan gula darah bukan sekadar teori medis semata. Abdul Rohman Salim, seorang penyintas diabetes melitus, membagikan pengalaman pahitnya. Ia pernah menjalani perawatan rawat inap selama tiga hari di rumah sakit akibat tingginya kadar gula darah.
Saat itu, Abdul merasakan gejala diabetes yang menyiksa. Telapak kakinya terasa panas terbakar, mengalami kesemutan hebat, dan tubuhnya cepat lelah.
“Menjaga kesehatan jauh lebih mudah daripada mengobati ketika tubuh sudah terlanjur sakit,” tuturnya di hadapan puluhan peserta Prolanis Yasmin Medika Jepara.
Untuk mencegah komplikasi diabetes, Abdul mengajak peserta rutin melakukan aktivitas fisik. Salah satunya dengan mengikuti Senam Sehat Indonesia setiap hari Minggu di Klinik Yasmin Medika.
Selain olahraga, penderita diabetes perlu memperbanyak asupan protein berkualitas dan mengurangi konsumsi karbohidrat. Penderita juga harus menjaga ketenangan batin agar terhindar dari stres pemicu lonjakan gula darah.
Komitmen Skrining Berkala dan Pola Hidup Sehat
Klinik Yasmin Medika terus mendampingi masyarakat melalui edukasi medis dan pemeriksaan gula darah secara berkala.
Skrining rutin ini mempermudah tenaga medis menentukan intervensi pengobatan yang tepat. Langkah ini penting untuk menjaga kadar gula darah normal.
Melalui sinergi pemeriksaan laboratorium Prodia dan kesadaran peserta, risiko komplikasi penyakit kardiovaskular maupun ginjal dapat ditekan.
Upaya promotif ini diharapkan mampu membantu penderita diabetes tetap hidup sehat, aktif, dan mandiri hingga usia lanjut.
Kontributor: Muslim
Editor: Al-Afasy



