Berita

Gagas Masa Depan Arsitektur Islam Berkelanjutan, Prodi Arsitektur UMS Tembus Panggung Internasional

PWMJATENG.COMSURAKARTA — Program Studi Arsitektur Universitas Muhammadiyah Surakarta terus mematangkan langkah strategisnya dalam memajukan pendidikan tinggi berbasis keislaman. Tim pengajar Arsitektur UMS kini memperkuat arah pengembangan keilmuan melalui Workshop Penguatan Visi Keilmuan di Hotel Solia Zigna Solo. Agenda tersebut mengusung tema besar “Merancang Masa Depan Arsitektur Islam: Sinergi Nilai Keislaman, Inovasi, dan Keberlanjutan”.

Langkah krusial ini menjadi wujud nyata Arsitektur UMS dalam mengimplementasikan visi keilmuan menuju reputasi internasional. Oleh karena itu, penguatan kurikulum difokuskan pada penggabungan konsep Arsitektur Islam dengan prinsip arsitektur berkelanjutan.

Acara bergengsi tersebut menghadirkan tiga pakar lintas institusi. Narasumber yang hadir meliputi Prof. Dr. Ir. Widyastuti Nurjayanti, MT (UMS), Dr. Ir. Putri Suryandari, ST., M.Ars (Universitas Budi Luhur), serta Dr. Doni Fireza, ST., MT (Universiti Malaysia Sarawak).

Selain narasumber ahli, workshop ini menyedot perhatian akademisi dari berbagai kampus mitra. Dosen dari Universitas Sebelas Maret (UNS), Universitas Surakarta (UNSA), Universitas Teknologi Petronas (UTP), hingga Universitas ‘Aisyiyah Surakarta (UNISA) turut aktif berdiskusi.

Sinergi Nilai Islam dan Desain Ramah Lingkungan

Seluruh peserta menyepakati bahwa visi keilmuan tidak boleh berhenti sekadar dokumen tertulis. Sebaliknya, prinsip Arsitektur UMS wajib menjadi kompas utama dalam ranah pendidikan, penelitian, pengabdian masyarakat, hingga jejaring akademik global.

Kepala Program Studi Arsitektur UMS, Dr. Ir. Nur Rahmawati Syamsiyah, ST., MT., menegaskan pentingnya penyatuan arah pengajaran tersebut. Menurutnya, keselarasan program akan membangun karakter kuat bagi seluruh civitas akademika.

“Visi keilmuan harus menjadi kompas dalam setiap aktivitas Program Studi. Setiap pembelajaran, penelitian, pengabdian, hingga kerja sama harus dapat ditelusuri kontribusinya terhadap pencapaian visi,” tegas Nur Rahmawati, Jumat (28/8/2026).

Diskusi intensif tersebut menekankan bahwa Arsitektur Islam bukan sekadar bentuk fisik atau ornamen bentuk bangunan. Lebih jauh, sivitas akademika Arsitektur UMS menerjemahkan nilai tauhid, rahmah, amanah, keadilan, dan kemaslahatan ke dalam desain bangunan ramah lingkungan.

Pendekatan modern ini mempertemukan nilai spiritual dengan isu keberlanjutan global. Hasilnya, karya arsitektural yang lahir dari Kampus Universitas Muhammadiyah Surakarta ini tidak hanya estetis, tetapi juga membawa dampak positif bagi lingkungan hidup.

Penguatan Roadmap dan Jejaring Global

Penguatan visi tersebut bertumpu pada lima Kelompok Bidang Keahlian (KBK) di Arsitektur UMS. Kelompok tersebut mencakup Teori dan Sejarah Arsitektur, Perancangan Arsitektur, Teknologi dan Sains Bangunan, Perencanaan Kawasan Berkelanjutan, serta Arsitektur Islam.

Setiap KBK memikul tanggung jawab terukur untuk melahirkan inovasi yang relevan. Ke depan, integrasi kurikulum berbasis Outcome Based Education (OBE) menjadi prioritas utama tindak lanjut workshop.

Melalui konsistensi ini, Arsitektur UMS optimistis mampu mencetak lulusan yang kompeten, berkarakter, dan berdaya saing global. Seluruh civitas akademika pun mengusung semangat bersama: “Visi jelas, kolaborasi kuat, kinerja hebat!” demi membawa nama Indonesia di panggung arsitektur dunia.

Kontributor: Fika
Editor: Akmal

Muhammadiyah Jawa Tengah

Muhammadiyah Jawa Tengah adalah gerakan Islam yang mempunyai maksud dan tujuan menegakkan dan menjunjung tinggi agama Islam sehingga terwujud masyarakat Islam Jawa Tengah yang sebenar-benarnya

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/https://merdekakreasi.co.id/buku/bandarqq/https://merdekakreasi.co.id/buku/dominoqq/https://merdekakreasi.co.id/tentang-kami/