FKG UMS Perketat Standar Penilaian Ujian Praktik Mahasiswa Dokter Gigi
PWMJATENG.COM, SURAKARTA — Dosen FKG UMS terus memperketat standardisasi penilaian ujian praktik mahasiswa jenjang sarjana. Langkah ini berjalan melalui workshop persamaan persepsi yang mencakup berbagai prosedur tindakan klinis medis. Para pengajar menyamakan parameter penilaian mulai dari analisis data penelitian PSPP, pemasangan Stainless Steel Crown (SSC), hingga tindakan kegawatdaruratan bedah mulut.
Penggunaan program PSPP menjadi materi awal untuk mengolah data penelitian secara akurat. Setelah itu, pembahasan berlanjut pada penerapan teknik SSC bagi pasien anak. Prosedur SSC sendiri sangat vital untuk menangani kasus karies luas maupun perawatan post-endodontik pada gigi sulung.
Standardisasi Tindakan Medis dan Analisis
Dosen FKG UMS menekankan bahwa ketelitian mahasiswa saat memasang crown menjadi poin evaluasi utama. Mahasiswa wajib menjaga kontur gigi agar tidak merusak struktur molar di sekitarnya. Oleh sebab itu, simulasi pemilihan ukuran crown terus dimatangkan sejak tahapan persiapan alat dan bahan.
Sementara itu, pada prosedur kuretase dan gingivektomi, penguji meminta mahasiswa menguasai teori dasar sebelum mempraktikkannya pada fantom. Dosen memutar video instruksional untuk memperjelas setiap tahapan tindakan klinis. Setelah simulasi selesai, pengajar memeriksa kebersihan jaringan serta kepatuhan mahasiswa terhadap SOP medis.
Pengukuran model studi ortodonti juga menjadi perhatian mendasar bagi akademisi FKG UMS. Penguji mengingatkan mahasiswa agar tidak melewatkan penentuan titik acuan awal pada model gigi. Titik tersebut sangat menentukan akurasi analisis Pont, Howes, maupun Korkhaus dalam merencanakan perawatan perataan gigi.
Pentingnya Penguasaan Bedah Mulut
Materi penutup workshop ini membedah tata laksana kegawatdaruratan medis, teknik anestesi odontektomi, hingga insisi. Dosen FKG UMS juga memperagakan pemasangan Barton bandage untuk penanganan cedera sendi rahang (TMJ). Penguasaan seluruh teknik penanganan bedah mulut ini menjadi syarat mutlak bagi calon dokter gigi sebelum terjun melayani masyarakat.
Kontributor: Maysali
Editor: Akmal



