Peserta Diklat SAR Air MDMC Membludak

0
582

PWMJATENG.COM – JEPARA, Pendidikan dan Latihan (Diklat) SAR Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Jepara tidak hanya diikuti oleh relawan dari Jepara saja namun juga diikuti oleh peserta dari Banten. Para relawan SAR Muhammadiyah ini akan ditempa selama empat hari di Jepara.

Diklat yang difokuskan pada SAR air ini dilakukan mulai Sabtu (22/12) hingga Selasa (25/12) mendatang. Para peserta dari beberapa daerah ini akan diberikan materi tentang SAR air yang nantinya dapat diaplikasikan langsung saat kejadian bencana.

Peserta pada diklat kali ini memang dibatasi. Hal ini dikarenakan untuk memaksimalkan materi dan pemahaman kepada peserta. Bukan kuantitas yang dikejar melainkan kualitas dari tiap peserta SAR air ini.

Dibatasinya peserta itu membuat panitia menolak beberapa calon peserta. “Hingga hari-H sebelum pembukaan masih ada calon peserta yang ingin mendaftar. Sedangkan kuota diklat kali ini 50 peserta,” ucap ketua MDMC Jepara, Roy Alviantoro.

Tidak hanya satu atau dua orang calon peserta saja yang ditolak untuk mendaftar. Namun pihaknya memohon maaf karena memang kuotanya sudah terpenuhi. Jadi memang dibatasi.

Ada sekitar 50 peserta yang ikut ambil bagian pada Diklat kali ini. Tidak hanya dari Jepara saja namun beberapa daerah di Jawa Tengah, Jawa Timur bahkan dari Banten. “Peserta terjauh dari Pendeglang,” tambahnya.

Peserta tidak hanya dari luar daerah Jawa Tengah saja namun juga dari organisasi kemanusiaan lainnya juga yang ikut dalam diklat kali ini. Hal ini menunjukkan Diklat yang diadakan oleh MDMC Jepara tidak terbatas pada lingkup internal Muhammadiyah saja tapi juga relawan di luar Muhammadiyah.

Kebanyakan peserta kali ini adalah usia produktif. Ada beberapa materi yang diberikan diantaranya, ilmu selam, ilmu renang, penanganan pertama patah tulang dan luka terbuka, ilmu survival rescue, dan penyelamatan di air.

Kegiatan yang dilakukan di dua tempat yakni pembukaan di Kompleks Masjid At-Taqwa Jepara dan Pantai Teluk Awur Jepara ini diharapkan menambah personil relawan Muhammadiyah. Tidak hanya di Jepara namun di Indonesia. Selain itu relawan Muhammadiyah yang ikut Diklat ini menjadi relawan yang memiliki ilmu tentang penyelamatan dan evakuasi bencana di air. “Harapannya para relawan setelah mengikuti Diklat ini dapat terjun dalam penanganan bencana dan menjadi relawan yang tangguh,” jelasnya. (Ilham)