Berita

Pesantren Muhammadiyah Pelopori Transisi Energi Melalui Gerakan 1000 Cahaya

PWMJATENG.COM, BANYUMAS – Upaya mendorong kemandirian energi dan budaya hemat listrik di lingkungan pendidikan Islam memasuki babak baru. Sebanyak 40 perwakilan Pesantren Muhammadiyah dari berbagai daerah berkumpul di Pondok Pesantren Zam-Zam Cilongok, Banyumas, untuk merumuskan langkah konkret transisi energi terbarukan melalui Program 1000 Cahaya, 27 Februari – 1 Maret 2026.

Kegiatan bertajuk Lokakarya Efisiensi dan Transisi Energi Listrik ini merupakan kolaborasi Majelis Lingkungan Hidup (MLH) melalui Program 1000 Cahaya dengan Lembaga Pengembangan Pesantren (LPP) PP Muhammadiyah.

Direktur Eco Bhinneka Muhammadiyah sekaligus pengarah Program 1000 Cahaya, Hening Parlan, menegaskan bahwa gerakan ini melampaui urusan teknis pemasangan panel surya.

“Ini adalah bagian dari ikhtiar Islam Berkemajuan. Kita ingin membuktikan bahwa nilai amanah sebagai khalifah di bumi diwujudkan dalam aksi nyata, termasuk dalam mengelola energi. Isu energi adalah isu kemanusiaan yang membutuhkan kolaborasi lintas iman demi keadilan iklim,” ujar Hening Parlan.

Menurutnya, pesantren dipilih sebagai titik awal karena fungsinya sebagai pusat pembentukan nilai. Harapannya, budaya hemat energi yang tumbuh di pesantren akan dibawa pulang oleh santri ke keluarga dan masyarakat luas.

Wakil Direktur 1000 Cahaya, Sudarto M. Abu Kasim, mengingatkan bahwa transisi energi tidak akan berhasil tanpa perubahan perilaku. Ia memaparkan fakta bahwa beberapa pesantren di Jawa Timur telah berhasil menurunkan konsumsi listrik antara 15 hingga 22 persen melalui langkah efisiensi yang disiplin.

“Teknologi seperti panel surya itu penting, namun perubahan perilaku jauh lebih menentukan. Jangan sampai semangat memasang alat besar, namun pengelolaan teknis dan budaya hematnya lemah,” tegas Sudarto. Saat ini, tercatat sekitar 28 instalasi panel surya telah terpasang di berbagai Amal Usaha Muhammadiyah (AUM), mulai dari masjid hingga rumah sakit.

Pengarah program lainnya, Ahsan Jamet Hamidi, menyoroti kekuatan jaringan Muhammadiyah yang menjangkau tingkat akar rumput. Dengan ribuan sekolah, masjid, dan pesantren, Muhammadiyah memiliki potensi besar untuk menjadikan hemat energi sebagai budaya nasional, bukan sekadar wacana.

Mudir Pesantren Zam-Zam Cilongok, Arif Fauzi, menyambut hangat inisiatif ini. Ia menyatakan bahwa pesantren kini bukan hanya tempat belajar agama, melainkan juga ruang pembentukan karakter peduli lingkungan. Senada dengan itu, Ketua LPP2M PDM Banyumas, Dr. A. Sulaeman, menyebut efisiensi energi kini menjadi keharusan di tengah krisis iklim global.

Melalui lokakarya ini, diharapkan lahir rencana tindak lanjut konkret bagi setiap pesantren untuk mulai beralih ke energi surya secara bertahap, sekaligus mengintegrasikannya dengan unit ekonomi pesantren seperti pertanian dan peternakan.

Editor: Al-Afasy

Muhammadiyah Jawa Tengah

Muhammadiyah Jawa Tengah adalah gerakan Islam yang mempunyai maksud dan tujuan menegakkan dan menjunjung tinggi agama Islam sehingga terwujud masyarakat Islam Jawa Tengah yang sebenar-benarnya

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/https://merdekakreasi.co.id/buku/bandarqq/https://merdekakreasi.co.id/buku/dominoqq/https://merdekakreasi.co.id/tentang-kami/