Perluas Kemitraan Global, Majelis Dikdasmen Muhammadiyah Jajaki Kerja Sama Strategis dengan Western Australia
PWMJATENG.COM, AUSTRALIA – Rombongan Majelis Pendidikan Dasar, Menengah, dan Pendidikan Nonformal (Dikdasmen PNF) Muhammadiyah dari Jawa Tengah, Jawa Timur, dan DIY resmi menjajaki kerja sama pendidikan internasional di Australia Barat pada 21–23 Oktober 2026. Langkah strategis ini membuka peluang besar bagi pelajar dan mahasiswa Muhammadiyah untuk meraih beasiswa kuliah di Australia.
Kunjungan pendidikan ini bertujuan utama untuk mempelajari sistem pendidikan Australia Barat secara mendalam. Selain itu, rombongan mengeksplorasi berbagai peluang kemitraan untuk mengakselerasi pengembangan sekolah Muhammadiyah di Indonesia.
Peluang Beasiswa dan Program Dual Degree di Curtin University
Pada hari pertama, Rabu (21/10/2026), rombongan melakukan kunjungan dan diskusi produktif di Curtin University. Deputi Vice-Chancellor Global Curtin University, Professor Xiaotian Zhang, bersama Dean International Humanities, Professor Franceso Mancini, serta pejabat Lembaga Pelatihan Kurikulum dan Kemahasiswaan menyambut langsung kedatangan delegasi.
Dalam pertemuan tersebut, Curtin University memberikan peluang beasiswa kuliah di Australia bagi calon mahasiswa jenjang S1 maupun S2 yang memenuhi kualifikasi. Pihak kampus secara khusus memberikan prioritas utama bagi mahasiswa dari Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA) serta pelajar Muhammadiyah.
Selain beasiswa, Curtin University membuka akses kerja sama pendidikan di bidang penelitian, pengabdian masyarakat, dan program dual degree. Lewat skema dual degree ini, mahasiswa akan menjalani kuliah selama dua tahun di Indonesia dan melanjutkan sisa masa studi di kampus Curtin, baik yang berlokasi di Sarawak maupun di Western Australia.
Pada hari yang sama, delegasi melanjutkan agenda ke Edith Cowan University, kampus yang terkenal dengan keunggulan fakultas pendidikannya. Manager Internationalisation, Simon Davies Burrows, menerima langsung kunjungan rombongan Muhammadiyah.
Pertemuan di Edith Cowan University menyepakati peluang pelatihan guru dan dosen dalam pengembangan kurikulum Deep Learning maupun Outcome-Based Education (OBE). Rombongan juga meninjau kesiapan laboratorium kampus, mulai dari laboratorium Project-Based Learning, Problem-Based Learning, hingga fasilitas Leadership Management.
Studi Kurikulum Islam dan Pendidikan Vokasi TAFE
Memasuki hari kedua, Kamis (22/10/2026), rombongan mendatangi Australian Islamic College. Pengurus Majelis Dikdasmen berdiskusi bersama kepala sekolah untuk mengamati langsung penerapan kurikulum Australia Barat dalam konteks sekolah Islam. Diskusi tersebut mendalami integrasi kurikulum dengan nilai-nilai Islam, pendidikan karakter, serta praktik pembelajaran kontemporer.

Pada sore harinya, rombongan bergeser ke Western Australian TAFE untuk mempelajari sistem pendidikan vokasi dan jalur pendidikan teknik. Regional Manager Western Australian TAFE, Michael Ingram, bersama jajaran pejabat kampus menerima rombongan secara resmi untuk membahas keterkaitan antara pendidikan menengah, pendidikan lanjutan, dan kebutuhan dunia kerja.
Rangkaian kegiatan hari kedua ditutup dengan diskusi bersama Phoenix, lembaga pelatihan ternama di Western Australia. Pertemuan ini membahas persiapan pelatihan kepemimpinan serta pengembangan kurikulum bagi kepala sekolah dan guru.
Di lembaga Phoenix, anggota Legislative Assembly (MLA) Western Australia, Mr. Yas Mubarakai, turut menyambut hangat rombongan. Pihaknya memberikan dukungan luas untuk peningkatan mutu sekolah, guru, kepala sekolah, serta mahasiswa yang bermaksud menuntut ilmu di Australia Barat.
Sinergi Kurikulum Bersama SCSA dan Komposisi Delegasi
Pada hari ketiga, Jumat (23/10/2026), rombongan berdiskusi dengan School Curriculum and Standards Authority (SCSA) atau Departemen Pendidikan Western Australia. Pejabat SCSA, Karen Grant dan Jody Cortes dari International Education Strategic & External Relations, memaparkan kerangka kurikulum Australia Barat, sistem asesmen, standar pendidikan, serta jalur pendidikan bagi peserta didik.
Kunjungan tingkat internasional ini menghadirkan jajaran pimpinan Majelis Dikdasmen PNF dari tiga wilayah. Delegasi terdiri dari Prof. Ahmad Khozin (Ketua) dan Dr. Eko Hardianto (Sekretaris) dari PWM Jawa Timur; Ahmad Muhammad, M.Ag. (Ketua) dari PWM DIY; serta Rohmat Suprapto, S.Ag., M.Si. (Sekretaris PWM Jawa Tengah sekaligus Sekbid AIK Unimus), didampingi Kepala SMA Muhammadiyah 2 Surabaya dan Kepala SMA Muhammadiyah 2 Sidoarjo.
Secara keseluruhan, rincian hasil kunjungan ini diharapkan dapat memperluas wawasan praktik pendidikan internasional secara konkret. Kemitraan strategis ini diproyeksikan langsung mendukung ketercapaian beasiswa kuliah di Australia serta peningkatan mutu kepemimpinan dan kurikulum di sekolah-sekolah Muhammadiyah, khususnya di Jawa Tengah, Jawa Timur, dan DIY.
Editor: Akmal



