Aksi Nyata Peringatan Maulid Nabi, Muhammadiyah Boyolali Salurkan Santunan Duafa
PWMJATENG.COM, BOYOLALI — Peringatan Maulid Nabi membawa semangat kepedulian sosial yang kuat di Desa Karanggeneng, Kabupaten Boyolali. Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Karanggeneng menggelar aksi nyata dengan membagikan dana santunan. Mereka menyalurkan bantuan Lazismu ini bersamaan dengan pengajian akbar. Acara tersebut berlangsung khidmat di Masjid Nurul ‘Aini pada Senin malam (23/8/2026).
Panitia rutin menggelar kegiatan peringatan Maulid Nabi ini setiap tahun. Tahun ini, pengurus menyalurkan santunan duafa kepada 35 warga prasejahtera. Selain itu, mereka juga memberikan bantuan pendidikan bagi 15 pelajar setempat.
Ketua PRM Karanggeneng, Drs. Sutarmo, M.Pd., menjelaskan tujuan utama acara ini. Ia menyebut perpaduan agenda kemanusiaan dan spiritual ini sebagai wujud nyata ajaran Islam. Pihaknya ingin masyarakat sekitar meneladani kepedulian Rasulullah kepada sesama melalui Muhammadiyah Boyolali.
Tokoh masyarakat setempat memberikan apresiasi yang sangat hangat. Ketua Takmir Masjid Nurul ‘Aini, H. Suratin, berterima kasih atas inisiatif Lazismu tersebut. Ia menilai program ini sangat membantu warga sekitar masjid. Langkah ini juga menjadi ikhtiar nyata warga dalam memakmurkan tempat ibadah.
Kepala Desa Karanggeneng, Suparji, turut mengapresiasi kegiatan bermisi mulia ini. Ia berharap penyaluran bantuan ini memicu semangat kepedulian masyarakat. “Selamat kepada para penerima santunan malam ini,” ucap Suparji. Ia mendoakan bantuan ini membawa berkah bagi semua pihak.
Tausiyah dan Empat Pilar Karakter
Suparji juga berharap para penerima kelak mampu berbagi rezeki dengan orang lain. Puncak peringatan Maulid Nabi ini menghadirkan penceramah Ustadz Dr. Hamdan Magribi. Dosen UIN Raden Mas Said Surakarta ini memberikan tausiyah yang menggugah. Pengurus Majelis Tabligh itu meminta jemaah mengamalkan ilmu secara nyata.
Ustadz Hamdan menegaskan bahwa memahami kebaikan saja tidak cukup. Umat Islam harus mempraktikkan ilmu tersebut agar membawa keselamatan. Oleh karena itu, ia mengajak jemaah meniru empat pilar karakter Nabi. Pilar pertama mewajibkan umat membangun pola pikir positif saat menghadapi ujian.
Pilar kedua menuntut sikap rendah hati tanpa kesombongan. Selanjutnya, pilar ketiga mengajarkan kita untuk mengukur kapasitas diri secara bijak. Pilar keempat mendorong kesadaran moral untuk terus menularkan kebaikan. Lewat peringatan Maulid Nabi ini, PRM Karanggeneng membuktikan bahwa perayaan agama harus melahirkan tindakan nyata demi kemaslahatan umat.
Kontributor: Yuli Priyana
Editor: Al-Afasy



