KKN MAs Desa Bayem Gelar Sosialisasi Parenting Positif, Tegaskan 4 Pilar Utama Pengasuhan Anak
PWMJATENG.COM, MALANG — Kelompok 104 Kuliah Kerja Nyata Muhammadiyah ‘Aisyiyah atau KKN MAs Desa Bayem melaksanakan program sosialisasi parenting positif di SD Muhammadiyah 4 Kasembon, Kabupaten Malang. Kegiatan edukatif tersebut berlangsung di Aula Lantai 3 sekolah pada Sabtu, 22 Agustus 2026. Kehadiran mahasiswa mendapat sambutan hangat dari pihak sekolah dan wali murid.
Seluruh wali murid kelas satu hingga kelas enam memenuhi ruangan bersama kepala sekolah, jajaran dewan guru, serta Pimpinan Cabang Muhammadiyah Kasembon. Partisipasi aktif peserta menciptakan suasana acara yang meriah sejak sesi pembukaan. Mahasiswa KKN MAs bertindak sebagai panitia sekaligus penggerak utama kesuksesan agenda ini.
Kepala Sekolah Tegaskan Pentingnya Sinergi Pengasuhan
Kepala SD Muhammadiyah 4 Kasembon, Muchamad Haidar, membuka acara secara resmi melalui sambutan inspiratif mengenai pentingnya kolaborasi pendidikan. Beliau menjelaskan bahwa pola asuh anak tidak boleh hanya dibebankan kepada guru di sekolah. Orang tua wajib memegang kendali penuh atas pendidikan karakter di rumah.
“Kegiatan ini merupakan agenda rutin yang wajib diikuti seluruh wali murid sebagai bentuk pembinaan karakter keluarga,” ujar Muchamad Haidar di hadapan peserta. Beliau menambahkan bahwa program sosialisasi parenting tersebut juga berfungsi sebagai pengganti iuran pendidikan. Melalui langkah ini, sekolah berharap setiap keluarga mampu menerapkan tips mendidik anak yang efektif dalam kehidupan sehari-hari.
Ustadzah Atin Paparkan Empat Pilar Utama Pengasuhan
Sesi inti menghadirkan Ustadzah Atin sebagai narasumber utama untuk membedah strategi parenting positif di era digital. Beliau mengupas tuntas empat landasan krusial yang harus dimiliki setiap ayah dan ibu. Keempat pilar tersebut mencakup ilmu, iman, amal, dan istiqomah sebagai fondasi pendidikan anak usia dini maupun remaja.
Pilar pertama yaitu ilmu, menuntut orang tua agar terus belajar ilmu psikologi anak kontemporer. Pilar kedua yakni iman, berfungsi menanamkan tauhid sejak dini. Selanjutnya, pilar amal mewujudkan nilai agama melalui keteladanan nyata di rumah. Terakhir, pilar istiqomah menuntut konsistensi jangka panjang dalam mendampingi buah hati.
Antusiasme Wali Murid dalam Sesi Diskusi Interaktif
Sesi tanya jawab menutup rangkaian acara dengan antusiasme tinggi dari para peserta. Sejumlah wali murid mengajukan pertanyaan seputar cara menghadapi anak yang kecanduan gawai. Panitia mencatat puluhan pertanyaan kritis yang membuktikan tingginya kesadaran masyarakat terhadap urgensi parenting positif.
Kolaborasi antara civitas akademika SD Muhammadiyah 4 Kasembon, PCM Kasembon, dan mahasiswa KKN MAs Desa Bayem ini sukses meninggalkan kesan mendalam. Seluruh pihak optimis bahwa sosialisasi parenting ini mampu melahirkan generasi berakhlak mulia. Sinergi berkelanjutan antara rumah dan sekolah kini menjadi kunci utama keberhasilan pola asuh anak di masa depan.
Kontributor: Ilyasfachri
Editor: Al-Afasy



