Berita

Sukses Gelar Panen Bawang Merah Saat Kemarau, Jatam Cilacap Raup Untung Besar

PWMJATENG.COMCILACAP  — Jamaah Tani Muhammadiyah (Jatam) Cabang Binangun sukses merayakan panen bawang merah pada musim kemarau. Petani setempat berhasil menghasilkan sekitar satu ton umbi berkualitas unggul. Mereka menawarkan hasil panen tersebut langsung kepada masyarakat luas. Penjualan perdana ini berlangsung meriah bersamaan dengan peresmian Gedung Balai Dakwah Muhammadiyah Binangun, Ahad (23/8/2026).

Ketua Jatam Binangun, Muslam, memimpin langsung proses budidaya bawang merah ini. Ia menanam bibit umbi varietas Bima Brebes sebanyak 79 kilogram. Muslam menyewa lahan sawah seluas 800 meter persegi sebagai area percontohan. Kelompok tani Jatam merawat tanaman tersebut secara intensif hingga masa panen tiba.

Petani memulai panen bawang merah ini tepat pada umur tanaman mencapai 56 hari. Muslam mematok harga bawang merah terkini sebesar Rp 25 ribu per kilogram untuk pembelian eceran. Ia juga menyediakan layanan pesan antar bagi pembeli grosir. Pelanggan wilayah Cilacap bagian timur bisa memesan minimal satu kuintal untuk menikmati fasilitas gratis ongkos kirim.

Proses agribisnis ini tentu membutuhkan tahapan persiapan lahan yang matang. Petani menyewa traktor roda empat seharga Rp 600 ribu untuk membuat bedengan. Mereka juga mengeluarkan biaya tambahan untuk penanaman, perawatan, dan pengadaan obat-obatan. “Kami menjadikan langkah awal ini sebagai demplot percontohan yang berpotensi menjadi peluang agribisnis nyata,” ujar Muslam.

Edukasi Petani Hadapi Musim Kemarau

Ketua Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) Binangun, Balya Umar, sangat mengapresiasi antusiasme pembeli. Ibu-ibu jamaah Aisyiyah langsung memborong hasil panen bawang merah berkualitas tersebut. Balya merasa sangat bersyukur melihat tingginya minat belanja masyarakat lokal. Bahkan, pengurus Aisyiyah Cabang Sampang langsung memesan 20 kilogram dengan harga spesial Rp 23 ribu per kilogram.

Kegiatan pertanian inspiratif ini bermula pada Sabtu (22/8/2026) di area persawahan Desa Jepara Wetan. Pengurus Jatam Cilacap bertujuan memberi edukasi langsung kepada masyarakat sekitar. Mereka membuktikan bahwa petani tetap bisa berproduksi pada Musim Tanam (MT) III. Kondisi cuaca kering sama sekali tidak menghalangi keberhasilan pertanian mereka.

Wakil Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Cilacap, Tasrun, mendukung penuh terobosan Jatam tersebut. Ia mendorong setiap cabang untuk memaksimalkan potensi lahan sesuai spesifikasi daerah masing-masing. Tasrun berharap kesuksesan panen bawang merah ini mampu menginspirasi pengembangan komoditas alternatif seperti cabai, jagung, atau kacang hijau. Melalui MPM, Muhammadiyah terus memotivasi berbagai kegiatan produktif demi meningkatkan kesejahteraan ekonomi para petani.

Kontributor: Wasis
Editor: Al-Afasy

Muhammadiyah Jawa Tengah

Muhammadiyah Jawa Tengah adalah gerakan Islam yang mempunyai maksud dan tujuan menegakkan dan menjunjung tinggi agama Islam sehingga terwujud masyarakat Islam Jawa Tengah yang sebenar-benarnya

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/https://merdekakreasi.co.id/buku/bandarqq/https://merdekakreasi.co.id/buku/dominoqq/https://merdekakreasi.co.id/tentang-kami/