Kaya Data Namun Kurang Sistem, Reformasi Manajemen Muhammadiyah Jateng Genjot Kualitas SDM
PWMJATENG.COM, SEMARANG — Keberadaan data persyarikatan yang melimpah mendorong Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah segera mengeksekusi digitalisasi dan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM). Agenda strategis ini dibahas dalam rapat pleno PWM Jateng, Rabu, 26 Agustus 2026, guna menyukseskan manajemen Maju, Profesional, dan Modern (MPM) sesuai dengan amanat Muktamar ke-48.
PWM Jawa Tengah kini serius membenahi sistem internal. Tim eksekutif mulai menyusun Standar Operasional Prosedur (SOP) secara komprehensif pada tahun ini. Langkah tersebut merupakan wujud nyata reformasi manajemen Muhammadiyah di tingkat wilayah demi mencapai target pelayanan prima.
Manajer Eksekutif PWM Jateng, Ikhwanushoffa, mengakui kondisi birokrasi pada masa lalu. Ia menilai belum ada perubahan tata kelola yang signifikan pada kantor-kantor persyarikatan selama beberapa periode terakhir. Kondisi stagnan ini mendorong para pimpinan untuk melakukan lompatan besar.
“Baru periode muktamar ini benar-benar kita scale up. Kita terapkan struktur eksekutif, kita terapkan SOP, bahkan kita terapkan KPI,” ujar Ikhwanushoffa.
Ikhwanushoffa juga menegaskan ambisi pimpinan untuk mencapai skor delapan pada akhir periode kepemimpinan saat ini. Sebelumnya, performa tata kelola dinilai masih tertahan di bawah angka tujuh. Pembenahan sistemik tata kelola persyarikatan ini menjadi kunci utama untuk menjamin kebermanfaatan.
Digitalisasi dan Peningkatan Kapasitas SDM
Selain merombak sistem manajerial, PWM Jateng juga menghadapi tantangan serius dalam urusan pengelolaan sumber daya manusia dan infrastruktur digital. Persyarikatan sebenarnya memiliki basis data yang sangat kaya. Namun, absennya simpul data yang terpusat membuat informasi strategis tersebut kurang bermakna. Oleh karena itu, digitalisasi menjadi syarat mutlak untuk mendongkrak indikator kinerja Muhammadiyah.
Ketua Biro Organisasi dan Monitoring Kinerja (BOMK) PWM Jateng, Prof. Muhammad Da’i, mendorong adopsi teknologi sekaligus peningkatan kreativitas pengurus pada seluruh level pimpinan daerah. Ia menekankan pentingnya kehadiran eksekutor yang tangkas dalam mengelola amal usaha.
“Kita punya begitu kaya data, kaya informasi. Kalau itu tidak didukung dengan digitalisasi maupun dengan sistem informasi yang tangguh, tentu data-data ini menjadi kurang bermakna,” ujar Prof. Da’i.
Langkah strategis tersebut tentu tidak berhenti pada wacana teknologi semata. PWM Jateng kini merintis pembentukan Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklatmu) di bawah naungan BOMK. Fasilitas tersebut akan mengawal konsistensi pertumbuhan kapasitas kader Muhammadiyah Jateng secara berkesinambungan. Seluruh langkah adaptif ini bermuara pada peningkatan kualitas layanan bagi semua lapisan umat.
Editor: Al-Afasy



