Dosen UMS Perkuat Kunjungan Lazismu ke Islamic Relief Pakistan untuk Kolaborasi Global
PWMJATENG.COM, SURAKARTA — Dosen Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) memperkuat jaringan bantuan kemanusiaan internasional. Oleh karena itu, Fauzul Hanif Noor Athief menghadiri kunjungan Lazismu ke Islamic Relief Pakistan di Islamabad. Langkah diplomatik ini sekaligus membuka peluang kolaborasi filantropi global antarlembaga kemanusiaan.
Selain menjabat dosen, Fauzul bertugas sebagai Wakil Ketua III Lazismu Jawa Tengah. Kemudian, akademisi FAI UMS tersebut menegaskan pentingnya pertukaran pengalaman dalam pengelolaan program aksi sosial. Sebab, momen kunjungan Lazismu ke Islamic Relief Pakistan dapat menjadi ruang belajar bersama untuk merespons krisis sosial dunia.
“Pertemuan ini menjadi kesempatan melihat langsung pengelolaan program kemanusiaan internasional. Oleh sebab itu, kami membuka peluang sinergi nyata untuk mengatasi persoalan sosial,” ujar Fauzul pada Senin, 10 Agustus 2026.
Strategi Program Bantuan Kemanusiaan Internasional
Dalam pertemuan tersebut, kedua lembaga memaparkan fokus aksi serta tantangan penyaluran bantuan di lapangan. Selanjutnya, pihak Islamic Relief Pakistan menampilkan program unggulan sektor kesehatan, pendidikan, penanggulangan bencana, dan pemberdayaan masyarakat. Diskusi mendalam ini tentu memperkaya perspektif tim Lazismu dan akademisi UMS dalam merancang program tepat sasaran.
Di sisi lain, Lazismu menegaskan komitmen penguatan nilai profesionalisme serta kebermanfaatan sosial. Oleh karena itu, hasil kunjungan Lazismu ke Islamic Relief Pakistan ini akan mempercepat distribusi bantuan ke wilayah terdampak bencana. Lebih lanjut, sinergi lintas negara dipastikan memperkuat efektivitas program filantropi global.
“Kolaborasi antarlembaga sangat penting. Langkah ini memastikan bantuan kemanusiaan menjangkau masyarakat yang membutuhkan secara berkelanjutan,” kata Fauzul.
Penguatan Jejaring Filantropi Global
Sementara itu, penguatan kapasitas kelembagaan menjadi fokus utama dalam agenda internasional tersebut. Pasalnya, ekosistem filantropi yang solid mendorong terciptanya aksi sosial yang lebih terstruktur. Dampaknya, rangkaian kunjungan Lazismu ke Islamic Relief Pakistan diharapkan memicu manfaat yang lebih luas bagi masyarakat dunia.
Meskipun kegiatan tersebut terlaksana akhir Januari lalu, agenda ini menjadi pijakan awal kerja sama konkret. Hingga kini, Muhammadiyah bersama UMS terus berkomitmen memperluas kontribusi kemanusiaan hingga tingkat internasional. Dengan demikian, inisiatif akademisi UMS ini berhasil memperkuat solidaritas global secara nyata.
Kontributor: Fika
Editor: Al-Afasy



