Pengajian Ramadan PWM Jateng di UMKU Bahas Akidah, KHGT, dan Transformasi Digital

PWMJATENG.COM, KUDUS — Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah menggelar Pengajian Ramadan Regional Pati Raya di Universitas Muhammadiyah Kudus (UMKU), Ahad, 8 Maret 2026. Kegiatan ini membahas akidah Islam berkemajuan, Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT), dan transformasi digital Muhammadiyah melalui program SatuMu.
Wakil Ketua PWM Jawa Tengah, Prof. Dr. H. Sofyan Anif, M.Si., menegaskan bahwa Pengajian Ramadan bukan sekadar agenda seremonial. Kegiatan ini menjadi forum penting untuk memperkuat pemahaman keislaman warga Muhammadiyah di tengah perkembangan zaman.
Menurut Sofyan, Muhammadiyah sejak awal memiliki komitmen kuat terhadap tauhid. Komitmen itu tertuang dalam berbagai pedoman ideologis, seperti Mukadimah Anggaran Dasar Muhammadiyah, Matan Keyakinan dan Cita-cita Hidup Muhammadiyah, serta Risalah Islam Berkemajuan.
Ia mengatakan, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi menuntut pemahaman keislaman yang terus dikaji secara kontekstual. “Pemahaman tentang tauhid tidak hanya berhenti pada aspek normatif, tetapi juga harus mampu menjawab tantangan zaman,” kata Sofyan.
Penguatan Akidah Islam Berkemajuan
Pada sesi pertama, Prof. Dr. H. Zakiyuddin Baidhawy, M.Ag., menjelaskan bahwa akidah Islam berkemajuan menempatkan tauhid sebagai landasan peradaban dan kemajuan umat.
Menurut dia, ajaran tauhid telah disampaikan sejak para nabi dan bukan merupakan hal baru. Namun, cara memahami dan menginterpretasikannya perlu disesuaikan dengan konteks zaman. “Ajaran tauhid itu sudah disampaikan sejak Nabi Adam sampai Nabi Muhammad. Jadi bukan barang baru, tetapi cara kita memahami dan menginterpretasikannya yang harus disesuaikan dengan konteks zaman,” ujarnya.

Zakiyuddin menambahkan, akidah tidak boleh dipahami sebagai doktrin pasif. Iman, katanya, harus melahirkan tindakan nyata yang memberi manfaat bagi kehidupan sosial masyarakat.
KHGT untuk Penyatuan Kalender Islam
Materi berikutnya disampaikan Prof. K.H. Agus Purwanto, D.Sc. Ia memaparkan konsep Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) sebagai ikhtiar menyatukan sistem penanggalan Islam di seluruh dunia.
Agus menjelaskan bahwa sistem tersebut berbasis perhitungan astronomi atas hubungan matahari, bumi, dan bulan. “Dalam KHGT matlaknya adalah matlak global. Jadi ketika syaratnya terpenuhi di satu tempat, seluruh bumi bisa mengikuti,” jelasnya.

SatuMu dan Transformasi Digital Muhammadiyah
Sementara itu, Amir Nashirudin dari Majelis Pustaka dan Informasi PP Muhammadiyah memaparkan pentingnya transformasi digital melalui program SatuMu sebagai sistem data terpadu Muhammadiyah.
Menurut Amir, digitalisasi merupakan amanat Muktamar Muhammadiyah untuk memperkuat tata kelola organisasi secara modern dan terintegrasi. “SatuMu ini menjadi otak dan pusat data untuk mengelola berbagai layanan digital Muhammadiyah,” ujarnya.

Melalui Pengajian Ramadan PWM Jateng ini, Muhammadiyah berharap warga persyarikatan semakin memperkuat pemahaman akidah, meningkatkan literasi keilmuan, dan mampu merespons perkembangan zaman dengan nilai-nilai Islam berkemajuan.
Editor: Al-Afasy



