Tingkatkan Mutu Pelayanan RS PKU Kartasura, P2M MARS FK UMS Gelar Pendampingan Service Excellence
PWMJATENG.COM, SURAKARTA — Tim Program Studi Magister Administrasi Rumah Sakit (MARS) Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar program pendampingan khusus. Langkah strategis ini bertujuan untuk memperkuat mutu pelayanan RS PKU Kartasura agar makin ramah, cepat, dan profesional bagi masyarakat.
Melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (P2M), akademisi UMS menggembleng jajaran manajemen hingga petugas garda terdepan. Upaya ini berfokus pada penguatan kepemimpinan strategis serta penerapkan service excellence di lingkungan rumah sakit.
Ketua Tim P2M MARS FK UMS, dr. Asri Alfajri, M.A.R.S., menjelaskan bahwa kualitas pelayanan RS PKU Kartasura sangat bergantung pada kesiapan sumber daya manusia. Oleh karena itu, pelatihan ini merancang standar interaksi yang konsisten dan berorientasi penuh pada keselamatan serta kenyamanan pasien.
Transformasi Digital dan Kepemimpinan Strategis
Agenda pendampingan ini berlangsung dalam dua tahapan intensif. Pada sesi pertama, unsur manajerial dan tim teknologi informasi menyerap materi terkait transformasi digital kesehatan, manajemen risiko proaktif, serta strategic leadership.
Pakar kesehatan UMS, dr. Yusuf Alam Romadhon, menekankan pentingnya adopsi teknologi di era modern. Sementara itu, dr. Nida Faradisa Fauziyah dan dr. Asri Alfajri membekali jajaran pimpinan rumah sakit dengan kemampuan navigasi risiko dan tata kelola yang terukur.
“Penguatan manajemen rumah sakit menjadi kunci utama saat mengelola dinamika pelayanan medis. Di sisi lain, keramahan dan sikap empatik pegawai menjadi fondasi utama dalam membangun kepercayaan masyarakat,” ujar dr. Asri Alfajri pada Rabu (21/10/2026).
Simulasi Pelayanan Prima untuk Garda Terdepan
Pada sesi kedua, tim pengabdi melibatkan petugas front office, staf keamanan, dan jajaran manajerial. Narasumber Dr. dr. Burhannudin Ichsan memaparkan analisis SWOT untuk menentukan posisi strategis rumah sakit, disusul materi service excellence oleh Didik Ikhwan Supriyanto.
Para peserta tidak hanya mendengarkan paparan teori, tetapi juga mempraktikkan langsung simulasi pelayanan prima. Mereka melatih tata cara menyapa pasien secara sopan, mendengarkan keluhan dengan empati, hingga menyampaikan informasi medis dengan akurat.
Selain simulasi, seluruh peserta menyusun draf Standar Operasional Prosedur (SOP) Service Excellence. SOP baru ini menjadi panduan baku interaksi harian petugas dengan pasien demi menjaga kestabilan pelayanan RS PKU Kartasura.
Hasil Pelatihan dan Dampak Nyata bagi Pasien
Program pendampingan ini membuktikan hasil konkret. Evaluasi melalui pretest dan posttest menunjukkan lonjakan rata-rata skor pemahaman peserta dari angka 50 naik signifikan menjadi 87.
Selain peningkatan kapasitas SDM, kolaborasi ini menghasilkan tiga luaran utama, yaitu draf SOP Service Excellence, poster edukasi, dan modul pelatihan. Dokumen ini menjadi acuan operasional jangka panjang untuk merawat mutu pelayanan RS PKU Kartasura.
Pihak universitas dan rumah sakit berkomitmen melanjutkan program ini melalui monitoring berkala. Sinergi berkelanjutan ini diharapkan mampu menghadirkan standar layanan kesehatan yang ramah, aman, dan tepercaya bagi seluruh lapisan masyarakat.
Kontributor: Fika
Editor: Akmal



