Ubah Satu Artikel Jadi Banyak Konten, Strategi Mengolah Informasi untuk Media Sosial
PWMJATENG.COM, JAKARTA — Pengelola saluran digital saat ini harus lebih cermat dalam menyajikan berita kepada publik. Praktisi komunikasi membagikan strategi mengolah informasi untuk media sosial agar satu artikel dapat berkembang menjadi beragam tayangan menarik.
Langkah kreatif tersebut menjadi fokus pelatihan media bertajuk FRAME. CREATE. SPEAK di Kantor PP Muhammadiyah, Jakarta, Selasa (20/10/2026). Social Media Specialist Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Hanif Indhie Pratama, hadir memandu sesi bertajuk “Dari Satu Informasi, Jadi Banyak Konten”.
Menentukan Sudut Pandang dan Kebutuhan Audiens
Hanif menjelaskan bahwa kunci utama pengolahan ide berita terletak pada pemahaman isu dan sudut pandang. Kreator harus jeli mengemas pesan agar audiens tertarik saat memilah konten Instagram dan TikTok.
“Pembuat konten perlu memahami siapa audiensnya dan apa yang penting bagi mereka. Satu informasi bisa berkembang menjadi berbagai materi tayangan,” ujar Hanif di hadapan puluhan peserta pelatihan.
Ia menambahkan, penerap strategi mengolah informasi untuk media sosial harus berfokus pada dampak yang warganet rasakan. Algoritma platform digital membentuk preferensi pengguna secara personal. Oleh karena itu, kreator wajib melakukan riset emosi dan kebutuhan audiens sebagai langkah awal.
Kreator juga perlu mencari sumber tepercaya, menentukan hook pemikat, serta menyederhanakan pesan teknis. Audiens jauh lebih menyukai bahasa yang ramah dan akrab daripada istilah rumit yang membingungkan.
Praktik Mengubah Berita Menjadi Konten Carousel
Peserta pelatihan langsung menerapkan materi melalui praktik pembuatan naskah carousel. Sebanyak enam kelompok mengolah isu lokal kebakaran hutan dan lahan menjadi materi edukasi visual.
Peserta merancang naskah ringkas sepanjang tiga hingga lima halaman visual. Mereka mengunggah karya tersebut ke akun media sosial sembari menerapkan teknik mengubah satu artikel jadi banyak konten secara kolaboratif.
Nisa, perwakilan Majelis Pembinaan Kesejahteraan Sosial, menyambut positif teknik pelatihan ini. Ia menilai langkah penyederhanaan artikel berita sangat membantu tugas kampanye sosial lembaga.
“Materi ini menjawab kebutuhan kami. Saya kini makin memahami strategi mengolah informasi untuk media sosial, mulai dari menyusun ringkasan hingga mendesain visualnya,” tutur Nisa.
Peran Kecerdasan Buatan dan Ruh Utama Konten
Editor in Chief Hukamanews.com, Sukowati Utami, turut menegaskan pentingnya kedalaman pemahaman isu. Menurutnya, teknologi kecerdasan buatan (AI) memang mempercepat proses produksi, tetapi tidak bisa menggantikan perspektif manusia.
“AI bisa membantu produksi, tetapi pemahaman isu tetap ada pada diri kreator. Di situlah ruh sebuah konten berada,” tegas Sukowati yang juga menjadi konsultan program.
Eco Bhinneka Muhammadiyah menyelenggarakan pelatihan media ini melalui program SMILE (Strengthening Youth Multifaith Leader Initiative on Climate Justice through Ecofeminism). Sebanyak 40 peserta dari berbagai lembaga dan organisasi otonom Muhammadiyah hadir secara luring maupun daring.
Melalui kegiatan ini, Eco Bhinneka Muhammadiyah terus membagikan strategi mengolah informasi untuk media sosial kepada generasi muda. Pengelola media siap menyampaikan pesan keagamaan dan kepedulian lingkungan secara lebih adaptif.
Kontributor: Farah
Editor: Akmal



