Berita

Takmir Masjid At-Taqwa Petompon Resmi Dilantik dengan Visi Manajemen Masjid Modern

PWMJATENG.COM, SEMARANG – Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Gajahmungkur resmi melantik kepengurusan baru Takmir Masjid At-Taqwa Petompon periode 2026-2031. Pelantikan ini berlangsung pada pengajian Ahad pagi, 19 Juli 2026, di Semarang.

Penerapan manajemen masjid modern menjadi fokus utama pengurus baru. Mereka tidak hanya membenahi fisik bangunan, tetapi juga menuntut pengurus memiliki data presisi untuk mengatasi kesulitan warga sekitar.

Prof. Dr. Sarwi, M.Si., selaku Ketua LPCR PCM Gajahmungkur, memimpin langsung prosesi pelantikan tersebut. Ia memotivasi para pengurus agar terus menghidupkan salah satu Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) ini. “Mari kita berorganisasi dengan ikhlas, bergembira, dan berkemajuan,” pesannya.

Optimalisasi Data untuk Kesejahteraan Jamaah

Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kota Semarang, KH Ir Ahmad Fuad, hadir memberikan gagasan segar. Ia menekankan pentingnya membangun sistem pangkalan data yang akurat bagi masjid.

Data tersebut mencakup aspek keaktifan warga, kemampuan baca tulis Al-Qur’an, hingga profil ekonomi dan pendidikan. Bahkan, pengurus wajib mencatat kondisi kesehatan jamaah dalam buku catatan khusus.

Selanjutnya, pengurus dapat menyusun program sosial yang tepat sasaran melalui data riil tersebut. Dengan demikian, mereka bisa membaca denyut kesulitan warga tanpa menunggu keluhan muncul terlebih dahulu.

Inovasi Strategi Kesejahteraan Jamaah

Ketua takmir baru, Prof. Dr. Drs. H. Rozihan, S.H., M.Ag., langsung merespons visi progresif tersebut. Ia berencana menerapkan strategi kesejahteraan jamaah melalui kegiatan makan bersama.

“Kita setiap Ahad mengadakan kajian, kemudian nanti melanjutkan dengan sarapan bersama. Selanjutnya, kita akan mengevaluasi respons jamaah terhadap kegiatan ini,” jelas Prof. Rozihan.

Strategi ini bertujuan untuk menarik lebih banyak warga agar aktif memakmurkan masjid. Hal ini terbukti sukses diterapkan oleh masjid lain sebagai sarana pengikat tali silaturahmi.

Masjid sebagai Pusat Peradaban yang Inklusif

Transformasi ini mengubah paradigma lama yang membatasi fungsi tempat ibadah. Sang guru besar menegaskan bahwa ruang ibadah harus menjadi wadah yang inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat.

“Bagaimana masjid ini menjadi pusat kebudayaan, bukan hanya sekadar tempat ibadah semata?” tanyanya kepada para hadirin. Selain itu, mereka menampilkan langkah inovatif seperti menyanyikan lagu Indonesia Raya saat acara pelantikan.

Akhirnya, pendekatan memanusiakan jamaah ini menjadi fondasi utama bagi pengurus baru. Sinergi antara panduan DMI dan pengolahan data jamaah terbukti mampu menciptakan kesejahteraan umat secara nyata dan bermartabat.

Kontributor: Adib Abyan
Editor: Ayma

Muhammadiyah Jawa Tengah

Muhammadiyah Jawa Tengah adalah gerakan Islam yang mempunyai maksud dan tujuan menegakkan dan menjunjung tinggi agama Islam sehingga terwujud masyarakat Islam Jawa Tengah yang sebenar-benarnya

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/https://merdekakreasi.co.id/buku/bandarqq/https://merdekakreasi.co.id/buku/dominoqq/https://merdekakreasi.co.id/tentang-kami/