IMM UMS Tegaskan Peran Mahasiswa sebagai Pejuang Perubahan di Masta PMB 2026
PWMJATENG.COM, SURAKARTA — Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Universitas Muhammadiyah Surakarta menyambut ribuan mahasiswa baru dengan pesan pergerakan yang membakar semangat. Dalam penyambutan tersebut, IMM UMS tegaskan peran mahasiswa sebagai pejuang perubahan yang memikul tanggung jawab moral untuk mengisi kemerdekaan melalui karya, ilmu, dan pengabdian nyata kepada masyarakat.
Ketua Koordinator Komisariat (Korkom) IMM UMS, Rizki Damarjati Wicaksono, menyampaikan seruan tegas tersebut dalam rangkaian Masa Ta’aruf dan Penyambutan Mahasiswa Baru (Masta PMB) 2026 di Gedung Edutorium KH Ahmad Dahlan UMS. Ia meyakinkan seluruh peserta bahwa mereka telah memilih institusi pendidikan yang tepat untuk menempa kapasitas diri.
“Teman-teman berdiri di sini, di kampus yang tepat. Walaupun bulan September bisa terasa gelap, teman-teman berada di tempat yang tepat. UMS adalah kampus yang Islami, mencerahkan, unggul, mendunia, dan sustainable. Selamat bergabung di kampus perjuangan,” ujar mahasiswa Teknik Sipil UMS tersebut pada Kamis (4/9/2026).
Refleksi Kemerdekaan dan Transformasi Peran
Seiring dengan perayaan kemerdekaan Indonesia yang kini memasuki usia ke-81 tahun, Rizki mengajak seluruh mahasiswa baru untuk merenungkan kontribusi nyata mereka bagi bangsa. Menurutnya, status kemahasiswaan membawa konsekuensi logis berupa tanggung jawab sosial yang jauh lebih luas daripada saat masih duduk di bangku sekolah.
Ia menjelaskan bahwa siswa berfokus sebagai pejuang ilmu, sedangkan mahasiswa mengemban mandat penuh sebagai aktor pembaru gerakan. Oleh karena itu, IMM UMS tegaskan peran mahasiswa sebagai pejuang perubahan agar para maba tidak sekadar mengejar capaian akademik di ruang kuliah, melainkan juga aktif menghadirkan solusi konkret di tengah masyarakat.
“Kita tidak lagi sekadar menjadi siswa. Siswa adalah pejuang ilmu, sedangkan mahasiswa adalah pejuang perubahan. Kita harus menciptakan transformasi demi mencerahkan dan mencapai tujuan mulia bangsa ini,” tegas Rizki di hadapan ribuan peserta.
IMM UMS Sebagai Wadah Perkaderan dan Gerakan Sosial
Guna mewujudkan cita-cita transformasi tersebut, Rizki memperkenalkan IMM sebagai wadah pergerakan mahasiswa yang responsif di lingkungan kampus. Organisasi ini secara konsisten mendidik kadernya agar tidak tinggal diam saat melihat ketimpangan sosial dan persoalan kebangsaan.
Saat ini IMM UMS menaungi 14 komisariat yang tersebar strategis di 12 fakultas dan dua pondok pesantren. Kehadiran struktur organisasi yang luas ini mempermudah mahasiswa baru untuk mengasah ketajaman intelektual serta kedalaman spiritual secara berimbang.
Mengakhiri orasinya, Rizki mengutip pesan fenomenal pendiri Muhammadiyah, KH Ahmad Dahlan. Ia membakar semangat para peserta agar berani tampil sebagai penuntun masyarakat menuju kebaikan. Tak lupa, IMM UMS tegaskan peran mahasiswa sebagai pejuang perubahan melalui nilai dasar gerakan organisasi.
“Perbaikilah dirimu dan turunlah ke masyarakat. Cahaya itu tidak untuk disimpan, tetapi untuk menerangi sekitar. Anggun dalam moral, unggul dalam intelektual, radikal dalam pergerakan,” pungkasnya.
Kontributor: Fika
Editor: Akmal



