Memahami Nilai Spiritual Halal Bi Halal: Dr Ali Trigiatno Ajak Umat Bersihkan Hati

PWMJATENG.COM, Pekalongan — Dr. H. Ali Trigiatno, M.Ag., mengajak jamaah untuk tidak sekadar menjalankan tradisi, tetapi menggali kedalaman nilai spiritual halal bi halal sebagai momentum penghapus dosa antarsesama manusia dalam acara silaturahmi di Wonokerto. Kegiatan yang berlangsung khidmat di Masjid Al Falah Wonokerto Kulon ini dihadiri oleh ratusan warga Muhammadiyah dan Aisyiyah.
Ustadz Dr. H. Ali Trigiatno, M.Ag., menegaskan bahwa pengampunan dari Allah SWT berkaitan erat dengan kerelaan kita memaafkan sesama. Beliau memaparkan bahwa esensi nilai spiritual halal bi halal terletak pada pembersihan hati dari rasa benci dan dendam. Menurutnya, momentum ini merupakan sarana untuk menjemput ampunan Tuhan melalui keikhlasan berlapang dada.
“Halal bi halal bukan sekadar tradisi, tetapi memiliki nilai spiritual dan sosial yang sangat penting dalam Islam,” ujar Dr. Ali Trigiatno di hadapan jamaah Masjid Al Falah.
Dosa Sosial dan Bahaya Korupsi
Ketua Majelis Tabligh PWM Jawa Tengah ini juga memberikan peringatan keras mengenai dosa antarsesama manusia atau hablum minannas. Beliau mencontohkan bahwa kerugian yang menimpa kepentingan umum, seperti praktik korupsi, memiliki dampak spiritual yang sangat besar. Hal ini karena tindakan tersebut merugikan banyak orang secara sekaligus dan sulit untuk dimintakan maaf secara individu.
“Dosa yang berkaitan dengan sesama manusia memiliki dampak besar, terlebih jika berkaitan dengan kepentingan umum seperti korupsi,” tegas beliau dalam tausiyahnya.
Langkah Konkret Menuju Ampunan
Selain memaparkan teori, Dr. Ali juga merinci cara praktis agar proses saling memaafkan berjalan efektif. Beliau menyarankan jamaah untuk mengikrarkan permohonan maaf dengan tulus dan memberikan maaf dengan lapang dada. Bahkan, beliau mendorong budaya saling memberi hadiah untuk mempererat kembali hubungan yang sempat merenggang.
Langkah ini selaras dengan upaya membangun ukhuwah Islamiyah Muhammadiyah yang lebih kokoh di wilayah Wonokerto. Beliau menutup ceramah dengan mengutip hadis Rasulullah ﷺ tentang pentingnya saling memberi hadiah agar tumbuh rasa saling mencintai. Pengajian Masjid Al Falah Wonokerto ini pun berakhir dengan doa bersama untuk memohon keberkahan dan persatuan umat.
Editor: Al-Afasy



