Muhammadiyah Training Center Dibangun, Jadi Pusat Pelatihan Internasional di Kulon Progo

PWMJATENG.COM, KULON PROGO – Majelis Pendidikan Dasar Menengah dan Pendidikan Nonformal (Dikdasmen dan PNF) Pimpinan Pusat Muhammadiyah resmi memulai pembangunan Gedung Muhammadiyah Training Center (MTC). Proses groundbreaking ini berlangsung khidmat di Salamrejo, Sentolo, Kulon Progo, Sabtu (9/5).
Gedung Muhammadiyah Training Center (MTC) ini berdiri di atas lahan seluas 5.179 m2. Proyek strategis ini menelan total anggaran sebesar Rp16,2 miliar. Direktur MTC, Agus Suroyo, menyatakan bahwa lokasi ini sangat strategis karena dekat dengan Bandara Internasional Yogyakarta (YIA).
Pusat Pelatihan Bahasa dan Kerja ke Jerman
Agus menjelaskan bahwa salah satu program unggulan MTC adalah pelatihan bahasa melalui skema double track. Program hasil kerja sama dengan pihak Jerman ini menunjukkan perkembangan yang sangat signifikan. Saat ini, sebanyak 758 siswa dari seluruh Indonesia siap berangkat ke Jerman.
Jumlah peserta program diprediksi akan terus bertambah hingga mencapai 970 anak. Oleh karena itu, keberadaan Muhammadiyah Training Center (MTC) menjadi sangat vital. Fasilitas ini akan mendukung penuh persiapan administrasi dan kompetensi bahasa para peserta didik.
Inovasi Pendidikan Nonformal Muhammadiyah
Ketua Majelis Dikdasmen dan PNF PP Muhammadiyah, Didik Suhardi, memproyeksikan gedung ini sebagai pusat bahasa internasional. Kehadiran pusat pelatihan ini memudahkan siswa Muhammadiyah yang ingin melanjutkan studi ke luar negeri. Langkah ini juga menjadi sarana dakwah Muhammadiyah di level global.
Selain itu, Muhammadiyah Training Center (MTC) mengusung konsep Teaching Factory (Tefa). Fokus utamanya adalah membekali siswa dengan keahlian yang relevan dengan kebutuhan industri masa kini. Hal ini membantu siswa di sekitar Kulon Progo menemukan tempat praktik kerja lapangan (PKL) yang berkualitas.
Penguatan Ideologi dan Kualitas Guru
Gedung ini juga berfungsi sebagai pusat pengembangan kualitas bagi kepala sekolah dan guru. Pemanfaatan gedung akan dioptimalkan untuk berbagai kegiatan pelatihan kepemimpinan dan manajerial. Namun, fungsi utamanya tetap menjadi tempat penempaan ideologi kader melalui kegiatan Baitul Arqam.
Wakil Ketua PWM DIY, Gita Danu Pranata, mengapresiasi pembangunan infrastruktur pendidikan ini. Senada dengan itu, Bupati Kulon Progo, Agung Setyawan, berharap MTC mampu melahirkan generasi yang siap kerja. Fasilitas ini diharapkan mampu meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di wilayahnya.
Wajah Baru Pendidikan Nasional
Ketua PP Muhammadiyah, Irwan Akib, mendorong percepatan pembangunan agar gedung segera beroperasi. Ia menegaskan bahwa penguasaan bahasa adalah kebutuhan mendesak bagi siswa SMA/SMK saat ini. Keberadaan MTC menjadi jawaban nyata atas tantangan pendidikan global yang semakin kompetitif.
Irwan optimis bahwa Muhammadiyah Training Center (MTC) akan menjadi ikon baru pendidikan nonformal. Program ini tidak hanya bermanfaat bagi internal persyarikatan, tetapi juga bagi kemajuan pendidikan nasional. Dengan konsep experience learning, MTC siap mencetak pemimpin masa depan yang berwawasan luas.
Kontributor : Hendra Apriyadi
Editor: Al-Afasy



