Inovasi Mahasiswa UMS Bio Chest Sabet Emas di Malaysia

PWMJATENG.COM, SURAKARTA — Tim inovasi mahasiswa UMS Bio Chest sukses mengukir prestasi gemilang di tingkat internasional. Tim Universitas Muhammadiyah Surakarta ini meraih Gold Medal dalam ajang World Young Inventors Exhibition (WYIE) 2026 di Malaysia.
Produk bernama Bio-Chest tersebut merupakan box ikan pintar ramah lingkungan berbasis Internet of Things (IoT). Perangkat ini efektif menjaga kualitas dan keamanan hasil perikanan sekaligus menggantikan penggunaan styrofoam yang sulit terurai.
Teknologi IoT Pemantau Kualitas Ikan
Ketua Tim Bio-Chest, Yoon Eaindray, menjelaskan keunggulan utama teknologi buatan mereka. Inovasi mahasiswa UMS Bio Chest mengintegrasikan material isolasi hayati minyak jarak dengan sistem pemantauan kondisi produk secara real-time.
“Bio-Chest melengkapi diri dengan sensor temperatur, pH, serta amonia. Kami juga menambahkan fitur GPS dan layar LCD langsung pada perangkat,” ujar mahasiswa UMS tersebut, Rabu (12/8/2026).
Pengguna dapat memantau seluruh data kondisi ikan dan lokasi box melalui situs web. Sistem pintar ini mendukung seluruh rantai pasok perikanan, mulai dari penangkapan, penyimpanan, hingga distribusi ke konsumen.
Perjalanan Satu Tahun Menuju Juara Dunia
Raihan emas pada WYIE 2026 di Malaysia menjadi puncak perjalanan satu tahun pengawasan dan penyempurnaan produk. Inovasi mahasiswa UMS Bio Chest mengawali debutnya pada kompetisi nasional di Surabaya dengan menyapu bersih Gold Medal dan Grand Prize.
Tim UMS kemudian membawanya ke ajang internasional di Thailand. Di sana, mereka kembali memboyong Gold Medal serta Canadian Excellence Award.
Setiap kompetisi memberikan ruang evaluasi bagi tim UMS. Mereka menyempurnakan formulasi bahan isolasi, memperbarui sistem IoT, hingga merancang ulang cetakan wadah agar tidak mudah rusak.
Curi Perhatian Juri dan Investor Arab Saudi
Saat pameran di Malaysia, tim mempresentasikan produk secara langsung di hadapan tiga juri internasional. Juri mengapresiasi transformasi kemasan pasif menjadi sistem pemantauan digital yang responsif.
Inovasi ini juga menyedot perhatian para pengunjung pameran. Seorang pengusaha sektor perikanan asal Arab Saudi menyatakan ketertarikannya untuk menerapkan teknologi ini secara komersial.
“Kami sangat gembira saat pengumuman memenangkan Gold Medal. Penghargaan ini terasa bermakna setelah proses panjang selama satu tahun,” tambah Yoon Eaindray.
Keberhasilan inovasi mahasiswa UMS Bio Chest memperkuat posisi UMS Surakarta di panggung teknologi internasional. Tim kini bersiap melanjutkan pengujian produk serta menjajaki peluang komersialisasi di industri perikanan global.
Kontributor: Fika
Editor: Akmal



