Berita

Cara Unik IPM Kawal MPLS SMK Muhammadiyah 2 Boja, Bentuk Disiplin Tanpa Perpeloncoan

PWMJATENG.COMKENDAL – Pengurus Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) mengambil peran penting dalam mengawal jalannya kegiatan MPLS SMK Muhammadiyah 2 Boja, Kabupaten Kendal. Kolaborasi kreatif ini bertujuan untuk membantu siswa baru beradaptasi sekaligus membentuk karakter disiplin sejak hari pertama sekolah.

Langkah taktis para kader muda ini sekaligus menjadi bukti nyata bahwa masa orientasi sekolah dapat berlangsung dengan cara yang edukatif dan menyenangkan. Melalui pendekatan yang humanis, mereka memastikan tidak ada ruang untuk tindakan perpeloncoan selama masa pengenalan tersebut.

Kolaborasi Strategis IPM dan Hizbul Wathan

Ketua PR Ikatan Pelajar Muhammadiyah SMK Muhammadiyah 2 Boja, Arlindy Bilqies Maulida, menegaskan bahwa keterlibatan mereka merupakan bentuk tanggung jawab organisasi. Bersama rekan-rekannya, Arlindy ingin menciptakan lingkungan sekolah yang kondusif bagi ratusan peserta didik baru.

“Setiap anggota memiliki tanggung jawab masing-masing untuk mendisiplinkan para siswa baru agar tertib selama kegiatan berlangsung,” ujar Arlindy pada Selasa (14/7/2026).

Guna menyukseskan MPLS SMK Muhammadiyah 2 Boja, pihak IPM tidak bekerja sendirian. Mereka berkolaborasi erat dengan gerakan kepanduan Hizbul Wathan (HW). Sebanyak 20 anggota IPM, yang terdiri atas 10 siswa putra dan 10 siswa putri, bahu-membahu dengan anggota HW demi mengamankan jalannya seluruh rangkaian acara.

Secara keseluruhan, terdapat 34 panitia yang bersiap sejak pagi hari. Sebelum memulai kegiatan pada pukul 06.20 WIB, seluruh panitia selalu melakukan koordinasi bersama pembina untuk mematangkan persiapan teknis di lapangan.

Tantangan Menghadapi Karakter Siswa Baru

Panitia menerapkan pembagian tugas secara terstruktur demi menjaga efektivitas pengawasan selama MPLS SMK Muhammadiyah berlangsung. Setiap dua orang pendamping bertanggung jawab penuh atas satu ruang kelas. Seluruh jadwal dan panduan kegiatan harian pun telah tersusun rapi di dalam map kerja masing-masing.

Arlindy mengakui bahwa mendampingi ratusan orang bukanlah hal yang mudah bagi para pengurus Ikatan Pelajar Muhammadiyah. Apalagi, tantangan terbesar mereka adalah membantu para siswa baru untuk cepat beradaptasi dengan budaya di sekolah kejuruan ini.

“Beberapa siswa baru awalnya masih malu-malu dan belum mengenal para pendamping kelas,” kata siswi kelas XI Tata Busana tersebut.

Meskipun demikian, Arlindy menganggap rasa lelah selama lima hari kegiatan tersebut terbayar lunas oleh kekompakan panitia yang semakin solid. Keberhasilan dalam mengarahkan adik kelas memberikan kepuasan tersendiri bagi seluruh pengurus organisasi. Ia berharap kegiatan MPLS SMK Muhammadiyah 2 Boja ini dapat melahirkan generasi muda yang tangguh, tertib, dan mampu membawa nama baik sekolah ke tingkat yang lebih tinggi.

Kontributor: SMK Muhammadiyah 2 Boja
Editor: Alafasy

Muhammadiyah Jawa Tengah

Muhammadiyah Jawa Tengah adalah gerakan Islam yang mempunyai maksud dan tujuan menegakkan dan menjunjung tinggi agama Islam sehingga terwujud masyarakat Islam Jawa Tengah yang sebenar-benarnya

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/https://merdekakreasi.co.id/buku/bandarqq/https://merdekakreasi.co.id/buku/dominoqq/https://merdekakreasi.co.id/tentang-kami/
https://aku.ac.id/https://akperstg.ac.id/https://jpl.staiku.ac.id/https://jist.publikasiindonesia.id/