UMP Teken MoU dengan BI Purwokerto untuk Bantuan Pendidikan Kebanksentralan

PWMJATENG.COM, PURWOKERTO — Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) menjalin kerja sama strategis dengan Bank Indonesia (BI) Purwokerto melalui penandatanganan nota kesepahaman atau MoU Program Bantuan Pendidikan Kebanksentralan. Penandatanganan ini dilakukan pada 15 April 2026 dan dihadiri sejumlah rektor perguruan tinggi di Purwokerto.
Kerja sama tersebut menjadi langkah konkret untuk memperkuat sinergi antara dunia akademik dan otoritas moneter dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, khususnya di bidang kebanksentralan, moneter, dan ekonomi.
Rektor UMP, Prof. Dr. Jebul Suroso, menyampaikan apresiasi kepada BI Purwokerto atas inisiatif program tersebut. Menurutnya, program ini merupakan investasi jangka panjang bagi generasi muda dan selaras dengan upaya penguatan sektor pendidikan.
“Program ini merupakan niat baik yang sangat bermanfaat bagi mahasiswa untuk mempelajari bidang keuangan dan bank sentral. Ini adalah bentuk investasi bagi anak bangsa,” ujarnya di Purwokerto, Jumat (17/4).
Ia menegaskan bahwa UMP menyambut baik kerja sama ini karena sejalan dengan komitmen kampus dalam mendukung pengembangan ekonomi berkelanjutan.
“UMP mendukung green economy sebagai solusi dalam menghadapi percaturan global yang semakin kompetitif,” tambahnya.
Sinergi Pendidikan dan Kebanksentralan
Jebul juga menyampaikan bahwa UMP terus berupaya menjadi rumah bagi pengembangan UMKM melalui berbagai program inkubasi bisnis dan kolaborasi. Salah satu bentuk sinergi itu diwujudkan melalui kemitraan dengan Bank Indonesia dalam kegiatan ekonomi masyarakat, termasuk pasar Ramadan.
Sementara itu, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Purwokerto, Christoveny, menegaskan bahwa kerja sama ini merupakan wujud nyata komitmen bersama dalam membangun sumber daya manusia unggul dan berdaya saing.
“Kerja sama ini merupakan wujud nyata sinergi dan komitmen bersama dalam mendorong lahirnya sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing, khususnya di bidang kebanksentralan, moneter, dan ekonomi,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa Program Bantuan Pendidikan Kebanksentralan dirancang selaras dengan Tri Dharma Perguruan Tinggi.
Tiga Pilar Program Bantuan Pendidikan
Menurut Christoveny, program tersebut memiliki tiga pilar utama, yakni peningkatan literasi kebanksentralan, bantuan pendidikan, dan dukungan penelitian di bidang kebanksentralan.
“Program bantuan pendidikan kebanksentralan ini dirancang selaras dengan Tri Dharma Perguruan Tinggi, dengan tiga pilar utama yaitu peningkatan literasi kebanksentralan, bantuan pendidikan, serta dukungan penelitian di bidang kebanksentralan,” ujarnya.
Ia menilai pertumbuhan ekonomi sangat ditentukan oleh kualitas sumber daya manusia yang unggul. Karena itu, mahasiswa diharapkan mampu menjadi agent of change yang berperan aktif dalam menjaga stabilitas sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
Melalui penandatanganan MoU UMP BI Purwokerto ini, sinergi antara Bank Indonesia dan perguruan tinggi diharapkan terus menguat. Kerja sama tersebut diharapkan mampu menciptakan ekosistem pendidikan yang adaptif, inovatif, dan responsif terhadap tantangan ekonomi global pada masa depan.
Kontributor: Cahyudi
Editor: Al-Afasy



