Kultum Subuh Tahunan: Meneladani Umar bin Khattab, Sosok yang Membuat Setan Lari Ketakutan

PWMJATENG.COM, JEPARA – Cahaya subuh di Masjid Al-Istiqomah Tahunan, Jepara, terasa lebih hangat pada Ahad (8/3). Usai salat berjamaah, jamaah disuguhi tausiyah inspiratif dari kader muda masjid, Ramzidhia Alifadhil Razaan, yang membedah kisah legendaris Umar bin Khattab—sang penentang yang berbalik menjadi pembela utama panji Islam.
Ramzidhia mengawali ceritanya dengan menggambarkan sosok Umar sebelum hijrah spiritualnya. Dikenal keras dan ditakuti, Umar awalnya adalah ancaman nyata bagi dakwah Nabi Muhammad SAW. Namun, takdir berubah saat ia mendengar lantunan Surah Thaha.
“Umar bin Khattab adalah bukti nyata bahwa Allah Maha Membolak-balikkan hati. Melalui Surah Thaha ayat 2, Allah menegaskan bahwa Al-Qur’an diturunkan bukan untuk menyusahkan, melainkan sebagai rahmat. Ayat itulah yang meruntuhkan keangkuhan Umar,” ujar Ramzidhia di hadapan jamaah.
Masuk Islamnya Umar bin Khattab bukan sekadar penambahan jumlah penganut, melainkan sebuah revolusi taktis. Ramzidhia menjelaskan bahwa kehadiran Umar memberikan rasa aman bagi kaum Muslimin yang sebelumnya terpaksa beribadah secara sembunyi-sembunyi karena tekanan Quraisy.
“Setelah Umar bersyahadat, umat Islam mulai berani menampakkan identitas dan ibadahnya secara terbuka. Keberanian Umar adalah sumber kekuatan baru bagi syiar Islam kala itu,” tambahnya.
Mengutip hadis riwayat Bukhari, dai muda ini menjelaskan betapa kuatnya kewibawaan iman Umar hingga setan pun enggan berpapasan dengannya. Hal ini sejalan dengan QS. An-Nahl ayat 99 yang menegaskan bahwa setan tidak memiliki kuasa atas orang-orang yang beriman dan bertawakal.
“Kekuatan tauhid dan rasa takut yang besar kepada Allah menjadikan godaan setan melemah. Keteguhan Umar mengajarkan bahwa semakin kuat iman seseorang, semakin kecil peluang setan untuk menggoda,” tutur Ramzidhia penuh penekanan.
Di akhir kultumnya, ia mengajak jamaah, khususnya generasi muda, untuk meneladani sifat Al-Faruq (pembeda antara yang hak dan batil) dalam menjaga keimanan selama bulan Ramadan. Kisah Umar diharapkan menjadi pemicu bagi jamaah untuk menjalani puasa dengan lebih sungguh-sungguh, berani membela kebenaran, dan konsisten dalam ketaatan.
Kontributor: Muslim | Humas
Editor: Al-Afasy



