Berita

MDMC Surakarta Kembangkan Kopi untuk Mitigasi Longsor dan Peningkatan Ekonomi Warga

PWMJATENG.COMBOYOLALI — Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) PDM Kota Surakarta mengembangkan program penanaman kopi arabika di Dusun Tempel, Jrakah, Selo, Boyolali, sebagai upaya peningkatan ekonomi masyarakat sekaligus mitigasi bencana tanah longsor. Program ini menjadi tindak lanjut pascapipanisasi dalam rangkaian Muhammadiyah untuk Negeri.

Melalui program tersebut, MDMC PDM Kota Surakarta tidak hanya berupaya mengurai persoalan air di wilayah yang dikenal sebagai “ujung kampung” Boyolali itu, tetapi juga memberikan edukasi tentang mitigasi bencana dan penguatan ekonomi warga.

Berdasarkan asesmen awal di lapangan, Ketua atau perwakilan tim, Teguh Wahyudi, menyampaikan bahwa terdapat dua persoalan utama yang dihadapi masyarakat Dusun Tempel, yakni sektor ekonomi dan ancaman longsor.

“Dari hasil asesmen kawan-kawan di lapangan, didapatkan bahwa medan di sana berupa jurang dengan kemiringan yang ekstrem,” ujarnya.

Jawaban atas Masalah Ekonomi dan Longsor

Teguh menjelaskan, persoalan ekonomi berkaitan dengan kegagalan panen yang dialami warga. Sementara itu, dari sisi mitigasi, kawasan tersebut menghadapi persoalan lahan kritis yang rawan longsor.

“Kami mendapatkan laporan bahwa di sana sering terjadi longsoran yang merusak tanaman sayur yang menjadi mata pencaharian warga. Belum lagi serangan hama monyet ekor panjang. Kami juga mendapat informasi bahwa sudah empat tahun beberapa lahan di atas tutup atau dibiarkan. Warga terpaksa mencari mata pencaharian lain ke luar daerah. Sayang kalau potensi ada, tetapi ditinggalkan,” katanya.

Menurut dia, kondisi tersebut menuntut solusi yang tidak hanya menyentuh aspek kebencanaan, tetapi juga mampu menghidupkan kembali produktivitas lahan masyarakat.

Pilot Project Kopi Arabika

MDMC PDM Kota Surakarta kemudian memilih kopi jenis arabika sebagai komoditas utama. Pemilihan ini mempertimbangkan faktor elevasi wilayah yang berada di kisaran 1.800 meter di atas permukaan laut.

Tanaman kopi arabika dinilai memiliki dua manfaat sekaligus. Dari sisi ekonomi, buah kopi diharapkan dapat meningkatkan pendapatan masyarakat. Sementara dari sisi mitigasi, akar tanaman kopi diharapkan membantu memperkuat struktur tanah agar lebih tahan terhadap risiko longsor pada masa mendatang.

“Ini merupakan pilot project bersama MDMC Kabupaten Boyolali dan beberapa unsur pendukung lainnya. Tim lapangan sudah menata dari hulu hingga hilir. Dua sampai tiga tahun yang akan datang, kami berharap Muhammadiyah Solo mempunyai produk kopi hasil pendampingan masyarakat pelosok,” ujarnya.

Harapan untuk Warga Dusun Tempel

Program ini disebut sebagai langkah awal penguatan masyarakat berbasis mitigasi dan pemberdayaan ekonomi. MDMC PDM Kota Surakarta berharap pendampingan tersebut dapat memberi manfaat nyata bagi warga Dusun Tempel dan menjadi model pengembangan serupa di wilayah lain.

“Selalu doakan kami agar MDMC PDM Kota Surakarta terus memberikan kemanfaatan untuk masyarakat,” pungkas Teguh.

Kontributor: Kusnitah
Editor: Al-Afasy

Muhammadiyah Jawa Tengah

Muhammadiyah Jawa Tengah adalah gerakan Islam yang mempunyai maksud dan tujuan menegakkan dan menjunjung tinggi agama Islam sehingga terwujud masyarakat Islam Jawa Tengah yang sebenar-benarnya

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/https://merdekakreasi.co.id/buku/bandarqq/https://merdekakreasi.co.id/buku/dominoqq/https://merdekakreasi.co.id/tentang-kami/