Duka Muhammadiyah atas Gugurnya Praka Farizal Rhomadhon dalam Misi Perdamaian di Lebanon

Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Duka mendalam menyelimuti keluarga besar bangsa Indonesia atas wafatnya Praka Farizal Rhomadhon, prajurit TNI yang gugur saat menjalankan misi perdamaian di Lebanon. Kepergiannya menghadirkan kesedihan bagi keluarga, sahabat, dan masyarakat yang mengenalnya sebagai pribadi yang mengabdi untuk bangsa dan kemanusiaan.
Praka Farizal Rhomadhon bertugas dalam misi perdamaian United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL). Menurut keterangan resmi, ia gugur dalam insiden ledakan proyektil di wilayah Lebanon Selatan saat menjalankan tugas. Hingga kini, asal proyektil tersebut masih dalam penyelidikan UNIFIL.
Bagi persyarikatan dan umat, wafatnya almarhum bukan hanya kehilangan seorang prajurit, tetapi juga kehilangan sosok muda yang menunjukkan arti pengabdian. Dalam dirinya menyatu tanggung jawab sebagai abdi negara dan semangat melayani sesama. Pengabdian seperti inilah yang patut dikenang: bekerja dengan ikhlas, menjalankan amanah dengan sungguh-sungguh, dan tetap teguh dalam tugas meski berada dalam situasi berbahaya.
Kepergiannya mengingatkan kita bahwa tugas menjaga perdamaian bukanlah pekerjaan ringan. Di balik seragam yang dikenakan, ada keberanian, disiplin, dan kesiapan berkorban demi kemanusiaan. Karena itu, penghormatan kepada almarhum bukan semata karena statusnya sebagai prajurit, melainkan karena nilai pengabdian yang ia teladankan.
Islam mengajarkan bahwa setiap amal bergantung pada niatnya. Bila sebuah tugas dijalankan sebagai amanah, dengan niat ibadah dan kemaslahatan, maka setiap langkah di dalamnya bernilai kebaikan di sisi Allah Swt. Dalam suasana duka ini, keyakinan itulah yang menjadi penguat hati keluarga dan saudara-saudara seiman.
Kepada keluarga yang ditinggalkan, semoga Allah Swt. melimpahkan kesabaran, ketabahan, dan kekuatan. Tidak ada kata yang mampu sepenuhnya menghapus kehilangan, tetapi doa dan cinta dari banyak orang semoga menjadi penghibur yang menguatkan.
Kita panjatkan doa, semoga Allah mengampuni segala khilaf almarhum, menerima amal ibadahnya, melapangkan kuburnya, dan menempatkannya bersama orang-orang saleh. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan keteguhan hati dalam menghadapi musibah ini.
Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un.
Dari Allah kita berasal, dan kepada-Nya kita kembali.
Kontributor: Haidir Fitrah Siagian
Editor: Al-Afasy



