Konseptual Proker M49: CASCADING GERAKAN & SISTEM EKSEKUSI (Part 9)
Oleh: Dodok Sartono (Sekretaris PWM Jateng)

Baca Part 8 >> FAKTOR PENGUNGKIT 3J
Grand Strategy harus sampai ke ranting. Namun cascading bukan berarti seluruh jenjang melakukan pekerjaan yang sama. Setiap jenjang mempunyai peran berbeda:
- PPM (Direction & Standard): Menentukan arah, menetapkan kebijakan, membangun standar, menyediakan platform, mengembangkan sistem nasional, dan mengendalikan pencapaian nasional.
- PWM (Orchestration): Menerjemahkan strategi nasional, mengoordinasikan daerah, membangun ekosistem regional, melakukan supervisi, dan mengembangkan pusat keunggulan wilayah.
- PDM (Integration): Mengintegrasikan PCM dan AUM, mengendalikan program kabupaten/kota, mengembangkan SDM, membangun ekonomi lokal, dan mengukur kinerja.
- PCM (Mobilization): Membina ranting, menggerakkan kader, mengembangkan pelayanan, membangun jaringan, dan mengoordinasikan program lokal.
- PRM (Service & Impact): Melayani jamaah, membina keluarga, menyelenggarakan pengajian, melakukan kaderisasi, memberdayakan ekonomi, dan menyelesaikan persoalan masyarakat.
PPM mengarahkan. PWM mengorkestrasi. PDM mengintegrasikan. PCM menggerakkan. PRM melayani.
SISTEM EKSEKUSI
Kelemahan sebuah rencana besar sering bukan pada gagasannya, melainkan pada eksekusinya. Karena itu Program Muhammadiyah 2027–2032 menggunakan siklus: Strategy → KPI → Program → Buged → Execution → Dashboard → Review → Improvement.
Setiap program harus memiliki 10 elemen: (1) Tujuan, (2) Outcome, (3) KPI, (4) Baseline, (5) Target, (6) PIC, (7) Anggaran, (8) Timeline, (9) Risiko, dan (10) Evaluasi.
“Tidak ada program tanpa KPI. Tidak ada KPI tanpa data. Tidak ada data tanpa akuntabilitas.”
Part 10 >> Roadmap & Target Besar 2032



