Raih Pengalaman Global, 6 Mahasiswa KKN Internasional UNIMUGO Berangkat ke ASEAN dan Hongkong
PWMJATENG.COM, KEBUMEN – Universitas Muhammadiyah Gombong kembali menunjukkan daya saing globalnya. Kampus ini resmi melepas enam mahasiswa peserta KKN Internasional UNIMUGO tahun 2026. Mereka akan mengabdi di kawasan ASEAN, khususnya Malaysia dan Singapura, serta Hongkong. Pelepasan mahasiswa ini berlangsung meriah di Ruang Kuliah 1 pada Senin, 3 Agustus 2026.
Rektor Prof. Dr. Sofyan Anif, M.Si. memimpin langsung acara bergengsi tersebut. Wakil Rektor I Dr. Ns. Isma Yuniar, M.Kep. juga hadir mendampingi rektor. Selain itu, Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) Dr. Siti Mutoharoh, MPH turut memberikan dukungan penuh. Kehadiran para pimpinan kampus ini memotivasi mahasiswa sebelum berangkat ke luar negeri.
Jadwal dan Destinasi Pengabdian Masyarakat Global
Kampus ini memilih enam mahasiswa terbaik dari Program Studi Farmasi dan Manajemen. Dua mahasiswa Farmasi akan menjalani program pengabdian di Malaysia dan Singapura. Mereka mengikuti sesi daring pada 29 Juni hingga 1 Agustus 2026. Selanjutnya, peserta melaksanakan kegiatan luring pada 9 hingga 13 Agustus 2026.
Sementara itu, empat mahasiswa lainnya mendapat tugas mengabdi di Hongkong. Mereka berasal dari dua program studi berbeda, yakni Farmasi dan Manajemen. Para peserta ini memulai tahap daring dari 29 Juni hingga 1 Agustus 2026. Kemudian, mereka terjun langsung ke lokasi pengabdian pada 27 hingga 31 Agustus 2026.
Ketua LP2M menjelaskan tujuan utama program pendidikan ini. Beliau menyatakan KKN Internasional UNIMUGO bertujuan memperluas jejaring kerja sama lintas negara. Mahasiswa juga mendapatkan pengalaman berharga di lingkungan multikultural. Program ini efektif mengasah kemampuan komunikasi, kolaborasi, dan kepemimpinan generasi muda.
Pesan Rektor untuk Duta Kampus Gombong Mendunia
Prof. Sofyan Anif memberikan pesan khusus kepada para peserta. Ia meminta mahasiswa selalu menjaga nama baik almamater Universitas Muhammadiyah Gombong. Peserta juga harus menunjukkan karakter unggul selama berinteraksi dengan warga negara lain. Mereka memiliki tanggung jawab besar untuk belajar sekaligus berbagi ilmu.
Menurut rektor, para mahasiswa ini merupakan duta kampus yang istimewa. Mereka wajib membawa nilai-nilai keilmuan dan kemanusiaan. Nilai kemuhammadiyahan juga harus memancar dalam setiap aktivitas mereka.
Wakil Rektor I menambahkan pandangannya tentang pentingnya jejaring internasional. Ia berharap program ini membuka wawasan mahasiswa dalam menghadapi tantangan dunia. Pengalaman berharga ini bisa memicu kolaborasi baru untuk pengembangan akademik masa depan.
Bagas Triya Laksana, salah satu peserta, mengungkapkan rasa syukurnya. Ia merasa sangat bahagia mendapat kepercayaan mewakili kampus ke luar negeri. Bagas berjanji akan memanfaatkan pengalaman ini sebagai bekal pengembangan diri maksimal.
Kontributor: Humas UNIMUGO
Editor: Al-Afasy



