Berita

Kepemimpinan Profesional PTMA Ciptakan Kampus Unggul Berbasis Nilai AIK

PWMJATENG.COM, SURAKARTA — Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) terus memperkuat kepemimpinan profesional PTMA berbasis Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK) untuk menjawab tantangan zaman. Langkah strategis ini menjadi fondasi utama dalam menciptakan tata kelola perguruan tinggi yang berintegritas, adaptif, dan berdaya saing global.

Mendorong Integritas dan Kepemimpinan Moral Kampus

Wakil Ketua I Majelis Diktilitbang Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Prof. H. Achmad Jainuri, Ph.D., menyampaikan materi khusus mengenai konsep kepemimpinan tersebut. Beliau membawakan paparan bertajuk “Kepemimpinan Profesional Berbasis Nilai Islam dan Kemuhammadiyahan” dalam acara Rapat Tinjauan Manajemen (RTM) serta Rapat Kerja Pimpinan (Rakerpim) UMS pada Rabu (19/8/2026).

Achmad Jainuri menjelaskan bahwa kepemimpinan profesional PTMA tidak hanya mengandalkan kemampuan manajerial semata. Sebaliknya, seorang pemimpin perguruan tinggi wajib memadukan nilai etika moral Islam dan etika moral sosial secara seimbang.

“Integritas menjadi fondasi utama dalam memimpin. Pemimpin wajib menunjukkan keselarasan antara ucapan dan tindakan serta konsisten memegang prinsip kebenaran,” tegas Achmad Jainuri di hadapan jajaran pimpinan kampus.

Beliau juga menambahkan bahwa kepemimpinan merupakan sebuah amanah. Oleh karena itu, setiap pejabat perguruan tinggi harus berani menanggung konsekuensi atas setiap keputusan yang diambil demi kemajuan lembaga.

Adaptasi Perubahan dan Tujuh Komponen Utama

Selain kekuatan moral, kepemimpinan profesional PTMA menuntut kesiapan dalam menghadapi dinamika perubahan zaman. Pemimpin masa kini harus memiliki literasi yang luas, rasionalitas tinggi, keterbukaan, ketepatan waktu, serta kesadaran akan pluralitas dan toleransi.

Kombinasi nilai-nilai ini memastikan organisasi tetap relevan tanpa kehilangan identitas keislamannya. Di samping itu, kompetensi teknis berbasis keilmuan tetap menjadi syarat mutlak agar pimpinan tidak salah mengambil langkah strategis.

Guna memperkuat tata kelola perguruan tinggi Muhammadiyah, Achmad Jainuri memaparkan tujuh komponen wajib bagi setiap pimpinan kampus, yaitu:

  1. Visi (Vision)

  2. Misi (Mission)

  3. Aturan (Rule)

  4. Keahlian (Skill)

  5. Sumber Daya (Resources)

  6. Insentif (Incentive)

  7. Rencana Aksi (Action Plan)

Ketujuh komponen tersebut menjadi kerangka kerja nyata untuk menggerakkan perubahan di lingkungan kampus Islami ini.

Penerapan prinsip kepemimpinan profesional PTMA secara konsisten akan membawa UMS dan seluruh jaringan perguruan tinggi Muhammadiyah menjadi pusat keunggulan akademis yang berkarakter. Melalui penguatan tata kelola ini, UMS siap melangkah lebih jauh sebagai perguruan tinggi terkemuka yang berkontribusi nyata bagi bangsa.

Kontributor: Fika
Editor: Akmal

Muhammadiyah Jawa Tengah

Muhammadiyah Jawa Tengah adalah gerakan Islam yang mempunyai maksud dan tujuan menegakkan dan menjunjung tinggi agama Islam sehingga terwujud masyarakat Islam Jawa Tengah yang sebenar-benarnya

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/https://merdekakreasi.co.id/buku/bandarqq/https://merdekakreasi.co.id/buku/dominoqq/https://merdekakreasi.co.id/tentang-kami/