Berita

Kembali Refleksikan Katavid, Sukseskan Milad Aisyiyah Songsong Hari Lingkungan Hidup

PWMAJTENG.COM, JEPARA – LLHPB PWA Jawa Tengah mengadakan  Koordinasi Persiapan Peringatan Hari Lingkungan Hidup Tahun 2021 secara daring,dalam rangka mempersiapkan gerakan atau aksi peduli lingkungan pada Peringatan Hari Lingkungan Hidup,  mengundang seluruh anggota LLHPB PDA, Majelis Lingkungan Hidup, dan Angkatan Muda Muhammadiyah se Jawa Tengah pada Senin 17/05/ 2021M bertepatan dengan 5 Syawal 1442 H Jam 19.30 – 21.00 WIB.

Hadir para peserta aktif 100 orang dari LLHPB ‘AISYIYAH  se-JATENG, MLH ,KOMANGMU, KADER HIJAU MUHAMMADIYAH, HW, IMM, IPM, NASYIATUL AISYIYAH, PEMUDA, di pandu oleh para pimpinan dari MLH dan  LLHPB  PWA, Yaitu Wakil ketua PWM Koordinator bidang MLH Yusuf Suyono, Sekretaris MLH PWM Agus Hadiyarto, Ketua PWA Ummul Baroroh, Wakil Ketua PWA koordinator bidang LLHPB Chusnul Chayati, Ketua LLHPB PWA Lilik Prihantini beserta jajarannya.

LLHPB PWAJateng dalam rangka Hari lingkungan Hidup bulan Juni mendatang, bermaksud wujudkan revitalisasi  Katavid (Keluarga Tangguh Covid), sebagai salah satu kegiatan pada Poskor MCCC Jawa Tengah tahun 2020, bidang kemasyarakatan, ibu-ibu aisyiyah se Jateng di dukung oleh semua majelis,lembaga dan ortom daerah masing-masing ,refleksikan kembali kegiatan tersebut sebagai wujud partisipasi aktif mendukung instruksi Milad Aisyiyah ke 107 H / 103 M,dari PP Aisyiyah.

KEMBALI REFLEKSIKAN KATAVID, SUKSESKAN MILAD AISYIYAH SONGSONG HARI LINGKUNGAN HIDUP
Peserta Zoom

Menurut ketua Divisi Lingkungan Hidup LLHPB PWA Jawa Tengah Deny Ana I’tikafia, “Semua kegiatan saling terkait, Baik Katavid (keluarga Tangguh Covid), Milad Aisyiyah dan Hari Lingkungan Hidup. Sehingga kegiatan bisa saling sinergikan untuk ketahanan pangan maupun penanggulangan resiko bencana,”terangnya.

Peringati  Hari Lingkungan Hidup di bulan Juni mendatang,”Terdapat kegiatan utama dan pendukung, kegiatan utama adalah menanam dan merawat dengan sistim pola asuh, yaitu tidak asal menanam, tapi juga menentukan siapa yang akan bertanggungjawab merawatnya, setiap cabang minimal 250 pohon, bibit dapat diupayakan secara mandiri atau bermitra dengan DLH, Dinas Pertanian dan lainnya,”paparnya.

Kegiatan yang tidak kalah pentingnya adalah kegiatan penunjang,”Kegiatan yang bersifat ramah lingkungan, mengurangi sampah plastik, hemat air, hemat energi, pemanfaatan sabun Melin usaha milik BUEKA  (Badan Usaha Ekonomi Aisyiyah), juga turut menjadi perhatian untuk dilaksanakan di daerah bahkan ranting se Jawa Tengah,”harapnya.

Semua yang telah dilaksanakan, “Sebagai syiar persyarikatan, hendaknya  dipublikasikan di mass media, dengan tidak bermaksud riya’ namun positif thingking untuk semangat dalam pergerakan Muhammadiyah  berkemajuan,”pungkasnya. (Deny Ana I’tikafia)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WP Radio
WP Radio
OFFLINE LIVE