Ismadi Astopandi Tekankan Ideologi dan Kaderisasi Muhammadiyah Jatinom

PWMJATENG.COM, KLATEN — Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Jatinom, H. Ismadi Astopandi, M.M., menegaskan bahwa penguatan ideologi dan kaderisasi menjadi pilar utama kemajuan Muhammadiyah Jatinom dalam agenda pengajian, arisan, dan Halalbihalal keluarga besar SMK Muhammadiyah 2 Jatinom.
Dalam kegiatan tersebut, Ismadi menekankan pentingnya sinergi antara PCM Jatinom dan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) agar gerak organisasi semakin kuat dan berkelanjutan.
“Komitmen kami di PCM Jatinom adalah memastikan seluruh elemen, terutama AUM, terus bersinergi. Ini bukan sekadar menjalankan organisasi, tapi peneguhan ideologi Muhammadiyah di setiap lini kerja kita,” ujar Ismadi di hadapan anggota dan staf.
Sinergi PCM Jatinom dan AUM
Ismadi memaparkan visi PCM Jatinom untuk membawa sinergi antarunsur persyarikatan ke tingkat yang lebih kuat melalui kolaborasi yang harmonis. Menurutnya, kemajuan organisasi tidak dapat dicapai tanpa kesatuan gerak antara pimpinan cabang, ranting, dan AUM.
Ia juga memberi perhatian besar pada kekuatan gerakan di tingkat akar rumput. Baginya, ranting merupakan basis penting dalam membangun kemajuan Muhammadiyah secara kolektif.
“Ranting itu penting. Saya memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para pejuang di ranting. Jika keluarga besar AUM bergerak dan menggerakkan dari bawah, maka kemajuan kolektif akan lebih mudah tercapai,” tegasnya.
Ideologi dan Kaderisasi Jadi Penekanan
Selain penguatan organisasi, Ismadi juga menyoroti pentingnya kaderisasi sebagai penopang keberlangsungan Muhammadiyah Jatinom. Ia menilai estafet kepemimpinan di lingkungan AUM harus dipersiapkan secara serius agar persyarikatan tetap relevan dalam menjawab tantangan zaman.
Dalam nasihatnya di hadapan guru, karyawan, dan keluarga besar SMK Muhammadiyah 2 Jatinom, Ismadi mengangkat tema “Cinta dan Benci karena Allah”. Pesan tersebut menekankan pentingnya ketulusan, keikhlasan, dan profesionalitas dalam berorganisasi.
Menurutnya, nilai-nilai itu menjadi landasan moral bagi seluruh keluarga besar Muhammadiyah untuk bekerja dengan semangat ukhuwah dan tanggung jawab.
Dampak dari kepemimpinan yang bervisi dan suasana kerja yang harmonis, lanjutnya, dapat dilihat dari capaian SMK Muhammadiyah 2 Jatinom yang tetap mempertahankan Akreditasi A serta menjalin kemitraan dengan berbagai perusahaan pada level nasional dan internasional.
“Kualitas sekolah dan keluarga besar kita terjaga karena adanya ukhuwah yang istikamah. Inilah yang membuat kinerja kita lebih maksimal dan berdampak luas bagi umat,” pungkasnya.
Secara umum, pesan Ismadi Astopandi menegaskan bahwa penguatan ideologi, sinergi antarlembaga, dan kaderisasi yang berkelanjutan menjadi fondasi penting bagi kemajuan Muhammadiyah Jatinom.
Editor: Al-Afasy



