Berita

Sekolah Mulai Risau Sampah Makan Bergizi Gratis? Inovasi SMOGRA UMS Jadi Solusi Cerdas

PWMJATENG.COM, SURAKARTA – Kekhawatiran akan menumpuknya limbah dari Program Makan Bergizi Gratis di sekolah direspons cepat oleh peneliti Universitas Muhammadiyah Surakarta melalui teknologi Smart Monitoring Green Action (SMOGRA). Lewat sistem berbasis Internet of Things (IoT), inovasi ini mengubah rutinitas memilah sampah menjadi aktivitas digital yang menguntungkan bagi siswa.

Sistem ini hadir sebagai respons proaktif terhadap tantangan pengelolaan sampah di sekolah. Terlebih, sekolah kini menghadapi potensi lonjakan limbah makanan dari implementasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

“Penelitian ini juga menjadi respons terhadap tantangan pengelolaan sampah di lingkungan sekolah, termasuk limbah makanan yang dihasilkan dari Program Makan Bergizi Gratis,” ujar Ketua Tim Peneliti, Dr. Rini Kuswati, S.E., M.Si., CMA.

Inovasi Teknologi Tepat Guna

Tim peneliti UMS merancang SMOGRA dengan mengintegrasikan perangkat Internet of Things (IoT) yang mumpuni. Siswa cukup memilah sampah, menimbangnya pada alat yang tersedia, dan memindai kartu RFID mereka.

Sistem secara otomatis mencatat data sampah dan mengirimkannya ke dashboard sekolah secara real-time. Siswa kemudian menerima poin digital sebagai bentuk apresiasi atas perilaku pilah sampah mereka.

“Anak-anak saat ini merupakan generasi digital yang lebih tertarik pada aktivitas interaktif, berbasis permainan, dan teknologi,” jelas Rini.

Menciptakan Budaya Ekonomi Sirkular

Poin digital (eco-points) yang terkumpul memberikan nilai tambah bagi para siswa. Mereka dapat menukarkan poin tersebut dengan berbagai kebutuhan edukatif seperti buku, alat tulis, maupun bibit tanaman.

Proses ini menciptakan alur pengelolaan sampah sekolah yang efektif. Sampah organik diolah menjadi kompos, sementara sampah anorganik disalurkan ke bank sampah untuk didaur ulang.

“Dengan demikian, sistem ini turut mendukung penerapan konsep ekonomi sirkular di lingkungan sekolah,” tambah Rini.

Melalui pendekatan ini, UMS menargetkan SD Muhammadiyah 24 Gajahan Surakarta sebagai sekolah percontohan. Program ini melibatkan 120 siswa kelas IV hingga VI untuk membangun ekosistem ramah lingkungan.

Dalam jangka panjang, SMOGRA berperan penting dalam mendukung program Zero Waste School. Selain itu, inovasi ini menjadi langkah nyata sekolah dalam berkontribusi pada pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) terkait iklim dan produksi yang bertanggung jawab.

Kontributor: Fika
Editor: Alafasy

Muhammadiyah Jawa Tengah

Muhammadiyah Jawa Tengah adalah gerakan Islam yang mempunyai maksud dan tujuan menegakkan dan menjunjung tinggi agama Islam sehingga terwujud masyarakat Islam Jawa Tengah yang sebenar-benarnya

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://middlepassage.dei.uc.pt/https://privacycolab.dei.uc.pt/https://cmd.dei.uc.pt/https://henrique.dei.uc.pt/
https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/https://merdekakreasi.co.id/buku/bandarqq/https://merdekakreasi.co.id/buku/dominoqq/https://merdekakreasi.co.id/tentang-kami/
https://simseam.ft.uns.ac.id/https://sipil.ft.uns.ac.id/slot gacorhttps://aku.ac.id/https://jpl.staiku.ac.id/https://jist.publikasiindonesia.id/slot gacorhttps://akperstg.ac.id/https://fisip.uisu.ac.id/https://web.pn-sidrap.go.id/
https://hormon-osteoporosezentrum.de/judi bolahttps://saopaulodeolivenca.am.gov.br/slot gacor