Berita

Redam Perpecahan, Tabligh Akbar Muhammadiyah Nguter Ajak Umat Tabayun di Media Sosial

PWMJATENG.COM,  SUKOHARJO — Ribuan jamaah memadati Islamic Center Al-Furqon untuk menghadiri Tabligh Akbar Muhammadiyah Nguter pada Ahad (20/9/2026). Kegiatan ini menjadi momentum krusial untuk mempererat persaudaraan umat Islam sekaligus membumikan sikap tabayun saat menerima informasi di media sosial.

Pesantren Masyarakat Nguter menggelar helatan akbar ini bersama Muhammadiyah dan Aisyiyah Cabang Nguter. Panitia menghadirkan lima penceramah kondang, yaitu Ustaz Rifky Ja’far Thalib, Al Ustadz Nur Kholis Syaifullah, Ustaz Drs. H. Wasono Nurhadi, Kang Puji Hartono, dan Gus Azis Mustofa.

Dalam ceramahnya, Gus Azis Mustofa menekankan pentingnya meluruskan niat dalam membangun persaudaraan karena Allah. Lebih lanjut, ia mengajak jamaah mempraktikkan sikap tabayun dengan memeriksa kebenaran informasi sebelum mempercayai maupun menyebarkannya. Langkah ini sangat krusial agar media sosial tidak menjadi pemicu kesalahpahaman dan perselisihan antarumat.

Pesan Persatuan dan Pentingnya Tabayun

Senada dengan hal tersebut, Ustaz Nur Kholis Syaifullah menegaskan bahwa persatuan merupakan kekuatan utama umat Islam. Oleh karena itu, masyarakat tidak boleh mudah terpecah hanya karena perbedaan pendapat, pilihan politik, maupun tata cara berpakaian.

Merujuk Surat Al-Anfal ayat 46, Ustaz Nur Kholis mengingatkan bahwa perdebatan sengit dapat mengikis kekuatan umat. Selanjutnya, ia mengajak jamaah menata hati dan mewujudkan ukhuwah Islamiyah dalam kehidupan sehari-hari melalui sikap saling menghormati.

Sementara itu, Ustaz Rifky Ja’far Thalib menjelaskan firman Allah dalam Surat Ali ‘Imran ayat 103 agar umat Islam terus berpegang teguh pada agama dan menghentikan perpecahan. Selain itu, ia menyitir Surat Al-Hujurat ayat 9–10 mengenai kewajiban mendamaikan pihak yang berselisih.

Menurut Ustaz Rifky, perbedaan pendapat di kalangan ulama merupakan hal lumrah karena perbedaan penerimaan maupun pemahaman dalil. Dengan demikian, perbedaan sudut pandang tidak boleh menjadi alasan untuk memutus tali silaturahmi.

Pada sesi penutup, Kang Puji Hartono mengajak jamaah menjadikan majelis ilmu sebagai sarana membersihkan hati. Rangkaian pesan dalam Tabligh Akbar Muhammadiyah Nguter ini akhirnya menegaskan bahwa ukhuwah harus terwujud nyata melalui kebersihan hati dan kesantunan bersikap.

Kontributor: MPI PCM Nguter
Editor: Akmal

Muhammadiyah Jawa Tengah

Muhammadiyah Jawa Tengah adalah gerakan Islam yang mempunyai maksud dan tujuan menegakkan dan menjunjung tinggi agama Islam sehingga terwujud masyarakat Islam Jawa Tengah yang sebenar-benarnya

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *