Lewat Pelatihan Perawatan Luka, UNIMUS Jembatani Mahasiswa dari Ruang Kelas ke Panggung Global
PWMJATENG.COM, SEMARANG — Program Studi S1 Ilmu Keperawatan FIKKES UNIMUS menggelar Certified Wound Healing Practitioners Program pada Selasa hingga Jumat (29/9–2/10/2026). Langkah strategis lewat pelatihan perawatan luka UNIMUS ini bertujuan menjembatani mahasiswa dari pembelajaran ruang kelas menuju peluang karir profesional di panggung global.
Sebanyak 32 mahasiswa keperawatan UNIMUS mengikuti agenda pelatihan secara intensif selama empat hari di kampus setempat. Kegiatan ini menggabungkan pendalaman teori akademik dengan penguasaan keterampilan praktis yang sesuai dengan standar pelayanan kesehatan modern.
Kaprodi S1 Ilmu Keperawatan FIKKES UNIMUS, Dr. Ns. Machmudah, S.Kep., M.Kep., Sp.Kep.Mat., menegaskan pentingnya penyelarasan kurikulum kampus dengan kebutuhan nyata di lapangan. Pihaknya merancang pelatihan perawatan luka UNIMUS untuk memperluas wawasan keilmuan serta kesiapan kerja para calon perawat.
Gandeng Praktisi dan Buka Peluang Karir Internasional
Machmudah menjelaskan bahwa para perawat masa depan harus adaptif terhadap perkembangan ilmu dan teknologi kesehatan. Oleh karena itu, mahasiswa membutuhkan penguatan keterampilan klinis yang langsung bersentuhan dengan kebutuhan pasien di rumah sakit maupun klinik.
Untuk memperkuat kualitas program, kampus menggandeng tim praktisi ahli dari Universal Care Indonesia. Kehadiran para praktisi ini membawa perspektif pengalaman lapangan yang berharga bagi seluruh peserta pelatihan perawatan luka UNIMUS.
Perwakilan Universal Care Indonesia, Ns. Lelik Ardiyanto, S.Kep., RN, MCHEN, CWCC., memotivasi mahasiswa untuk berani membidik karir di tingkat global. Lelik membagikan pengalamannya mengenai tingginya permintaan tenaga perawat Indonesia di luar negeri.
Jembatani Teori Akademik dan Dunia Kerja Profesional
Lelik mendorong mahasiswa keperawatan UNIMUS agar giat membangun jejaring profesional sejak dini. Menurutnya, kompetensi perawatan luka yang tersertifikasi menjadi modal kuat untuk berkolaborasi dan bersaing di tingkat internasional.
Pelatihan ini memfokuskan materi pada pengintegrasian penalaran klinis, keselamatan pasien, serta pengambilan keputusan yang cepat. Pendekatan tersebut efektif mempersempit kesenjangan antara teori di ruang kuliah dan kompleksitas praktik di lapangan.
Selain itu, program sertifikasi ini menanamkan konsep pembelajaran sepanjang hayat (lifelong learning). Mahasiswa terbiasa memperbarui pengetahuan berbasis bukti (evidence-based nursing) demi menjaga mutu pelayanan kesehatan.
Melalui penyelenggaraan pelatihan perawatan luka UNIMUS, kampus terus membuktikan komitmennya dalam melahirkan generasi perawat yang unggul. Para lulusan tidak hanya menguasai teori, tetapi juga percaya diri membawa kualitas keperawatan Indonesia ke panggung internasional.
Kontributor: Prima Trisna Aji
Editor: Akmal



