Berita

Ulama Malaysia Ajak Santri Purworejo Teladani Ilmuwan Muslim Demi Kuasai Dunia

PWMJATENG.COMPURWOREJO — Sosok ilmuwan Muslim pernah memimpin peradaban dunia melalui penguasaan sains dan teknologi pada masa keemasan Islam. Untuk membangkitkan kembali semangat tersebut, Pondok Pesantren Darul Arqom Muhammadiyah Bayan Purworejo menggelar Kajian Santri Internasional pada 23–24 Agustus 2026.

Kegiatan bertajuk Membedah Pemikiran Ilmuwan Muslim Kita ini menghadirkan Ustaz Haji Zainudin bin Mohammad Husain dari Malaysia. Pendiri Yayasan Gerakan Peduli Nusantara tersebut mengajak ratusan santri meneladani kiprah para ilmuwan Muslim yang menjadi pelopor berbagai disiplin ilmu modern.

Ia menegaskan bahwa santri masa kini memikul tanggung jawab besar sebagai calon santri pembina peradaban. Oleh karena itu, santri tidak boleh berhenti sebatas mempelajari ilmu agama, tetapi harus berani menguasai sains serta teknologi global.

Jejak Penemuan Sains dalam Islam

Ustaz Zainudin menjelaskan bahwa perkembangan teknologi modern saat ini memiliki keterkaitan erat dengan penemuan para tokoh sains Islam. Ia menyebutkan kontribusi Al-Khawarizmi di bidang matematika, Ibnu Sina pada dunia kedokteran, hingga Ibnu Al-Haitsam yang memelopori ilmu optik.

Selain itu, ia memperkenalkan kiprah Al-Biruni dalam astronomi serta Al-Razi pada ilmu kimia. Para tokoh Islam dunia tersebut terbukti mampu menjawab kebutuhan masyarakat luas melalui karya nyata dan riset yang sistematis.

Ia mengingatkan generasi muda agar tidak hanya mengenali ilmuwan Barat. Santri perlu memahami sejarah panjang kemajuan sains Islam agar memiliki rasa percaya diri yang tinggi dalam mengarungi persaingan era digital.

stroke kemajuan tersebut berakar langsung dari ajaran Al-Qur’an. Kitab suci ini mendorong umat Islam untuk terus membaca, mengamati alam semesta, serta melahirkan penemuan yang bermanfaat bagi kemanusiaan.

Kisah Inspiratif Anak Petani Menembus Luar Negeri

Untuk menyuntikkan motivasi, penceramah asal Malaysia ini membagikan kisah inspiratif para anak petani Indonesia. Anak-anak dari keluarga sederhana di Solo, Semarang, hingga Lamongan tersebut mampu menembus perguruan tinggi di Jepang, Korea Selatan, dan China.

Ia memaparkan sepuluh kunci sukses para ilmuwan Muslim yang relevan bagi santri. Kunci tersebut meliputi keimanan kuat, ketekunan meneliti, budaya membaca, menghormati guru, hingga keberanian memelihara cita-cita besar.

Direktur Ponpes Darul Arqom Purworejo, Ustaz Dr. (CAND) Muhammad Nurrosyid Huda Setiawan, menyambut hangat kehadiran narasumber mancanegara tersebut. Pihak pesantren berharap kegiatan ini membuka jaringan kerja sama keilmuan internasional secara berkelanjutan.

Melalui ruang kajian ini, pesantren berkomitmen mencetak generasi mulia. Pesantren tidak hanya melatih santri membaca kitab, tetapi juga menyiapkan mereka sebagai santri pembina peradaban yang siap mengukir sejarah peradaban Islam baru di kancah global.

Kontributor: Akhmad Maulidin
Editor: Akmal

Muhammadiyah Jawa Tengah

Muhammadiyah Jawa Tengah adalah gerakan Islam yang mempunyai maksud dan tujuan menegakkan dan menjunjung tinggi agama Islam sehingga terwujud masyarakat Islam Jawa Tengah yang sebenar-benarnya

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/https://merdekakreasi.co.id/buku/bandarqq/https://merdekakreasi.co.id/buku/dominoqq/https://merdekakreasi.co.id/tentang-kami/