Berita

Momen Maulid Nabi, SMP UMP Bekali Siswa Strategi Cegah Bullying di Media Sosial

PWMJATENG.COM, PURWOKERTO – Sekolah Menengah Pertama Universitas Muhammadiyah Purwokerto (SMP UMP) menggelar pengajian peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW pada Senin (24/8). Langkah strategis ini mengusung tema “Dari Lisan ke Jempol: Meneladani Akhlak Rasulullah SAW untuk Melawan Bullying di Media Sosial.”

Momen Maulid Nabi Muhammad SAW menjadi pijakan berharga bagi warga sekolah untuk menggali keteladanan Nabi. Selanjutnya, pihak sekolah mendorong siswa agar langsung menerapkan nilai luhur tersebut dalam interaksi harian.

Fokus Etika Digital dan Komunikasi Santun

Pada kegiatan ini, panitia mengarahkan perhatian utama pada pentingnya akhlak mulia untuk membangun komunikasi yang santun. Oleh karena itu, penekanan tersebut berlaku penuh pada interaksi langsung maupun saat siswa berinteraksi melalui media sosial.

Sebab, pemilihan tema ini sangat relevan dengan dinamika kehidupan siswa yang selalu bersinggungan dengan teknologi. Bahkan, media sosial kini telah menjadi bagian tak terpisahkan dari keseharian anak muda.

Namun, penggunaan media sosial tidak cukup hanya bersandarkan pada kemahiran teknologi canggih. Selain itu, para siswa wajib memiliki kesadaran moral untuk menjaga etika media sosial dalam berkomunikasi.

Sebab itu, siswa harus mempertimbangkan setiap tulisan di ruang digital sebelum mengunggahnya. Pasalnya, komentar yang tidak terkontrol dapat memicu dampak negatif serius serta memancing aksi bullying di media sosial.

Pesan Kepala Sekolah dan Penguatan Karakter

Melalui sambutannya, Kepala SMP UMP Zahra Ikhsanda menekankan pentingnya meneladani Nabi sebagai pedoman hidup. Hal tersebut mencakup panduan utama ketika para siswa aktif beraktivitas di ruang digital.

Oleh sebab itu, Zahra berharap seluruh siswa mampu menjaga sikap, ucapan, hingga tindakan digital mereka. Langkah ini efektif mencegah perilaku merendahkan orang lain, baik di dunia nyata maupun dunia maya.

Di samping itu, Zahra menegaskan bahwa perkembangan teknologi wajib berjalan beriringan dengan penguatan karakter. Maka dari itu, siswa hendaknya memanfaatkan perangkat digital secara bijak, positif, dan penuh kesantunan.

“Media sosial hendaknya digunakan secara bijak dan positif dengan tetap mengedepankan kesantunan serta sikap saling menghargai,” tegas Zahra.

Sementara itu, pengajian peringatan Maulid Nabi ini menghadirkan penceramah Teguh Wiyono yang mengingatkan pentingnya mengendalikan ucapan. Selanjutnya, Teguh menegaskan bahwa kemampuan menjaga lisan dan jemari menjadi benteng utama dalam mencegah aksi perundungan.

“Orang yang selamat adalah mereka yang mampu mengontrol tangan dan mulutnya dari perkataan buruk,” ujar Teguh. Hasilnya, pesan ini menguatkan komitmen SMP UMP dalam mencetak generasi cerdas digital yang bebas dari ancaman bullying di media sosial.

Melalui rangkaian peringatan Maulid Nabi ini, SMP UMP optimis dapat membangun budaya sekolah yang santun dan aman bagi seluruh siswa. Pada akhirnya, penguatan nilai akhlak Rasulullah SAW secara konsisten menjadi kunci utama untuk memutus rantai kekerasan siber di lingkungan pendidikan.

Kontributor: Ali Ikbar
Editor: Akmal

Muhammadiyah Jawa Tengah

Muhammadiyah Jawa Tengah adalah gerakan Islam yang mempunyai maksud dan tujuan menegakkan dan menjunjung tinggi agama Islam sehingga terwujud masyarakat Islam Jawa Tengah yang sebenar-benarnya

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/https://merdekakreasi.co.id/buku/bandarqq/https://merdekakreasi.co.id/buku/dominoqq/https://merdekakreasi.co.id/tentang-kami/